Selasa, 21 Januari 2020

Yesus Raja Damai


Bahan sermon GSM, 1 Desember 2019


Nats                       : Yesaya 11:1-10  
Topik                     : Raja Damai

I.  Pendahuluan
Dalam sejarah peradaban manusia dan sistem kepemimpinan yang dianut oleh manusia pada zaman dulu identik dengan sistem monarki, sistem kerajaan yang kekuasaannya dianut oleh satu orang yang berkuasa untuk memimpin, memerintah, membangun sebuah kelompok bangsa, dan negara semua tergantung pada seorang raja yang memimpin. Maju mundurnya sebuah negara dapat dipengaruhi oleh raja yang memimpin. Hal tersebut merupak kerinduan bangsa Israel yang merindukan kahadiran sang Raja yang kemudian dinubuatkan oleh nabi Jesaya. Kerinduan seorang raja yang akan menyelamatkan mereka, pembebasan bersifat duniawi. Tetapi Raja  yang dinubuatkan yang akan datang tersebut adalah  Mesias Sang raja.
II.    Pembahasan
Munculnya seorang Mesias sang Raja yaitu Yesus Kristus dengan ciri khas pemerintahan-Nya:
a.       Kemunculan-Nya dari keluarga Daud (ay. 1)
Mesias pada waktunya akan muncul dari keluarga Daud, seperti tunas yang ditumbuhkan Tuhan, yang dikatakan di dalam Yes.4:2 akan menjadi permai dan mulia. Yesus di dibandingkan seperti tunas (taruk) yang terlihat lemah tetapi Ia akan menang atas mereka. Seperti tunas pohon yang kemudian bertumbuh semakin lama menjadi kuat demikianlah Kristus yang akan dipandang lemah tetapi menyelamatkan dunia.
b.      Syarat-syarat yang dipenuhi-Nya bagi pekerjaan-Nya yang besar (ay. 2-3)
Bahwa dalam segala hal, Ia memenuhi syarat bagi pekerjaan besar yang dirancangkan untuk-Nya. Tunas yang lembut -akan dipenuhi oleh karunia sorga membuatnya menjadi kokoh. Yakni Roh Tuhan yang bersemayam, memenuhi diri-Nya, karena kepenuhan Allah berdiam dalam diri-Nya. Ia akan memulai memberitakan kerajaan Allah dengan ucapan”Roh Tuhan ada pada-Ku”. Maksudnya adalah bahwa Allah Bapa sudah menganugerahkan Roh-Nya kepada sang Raja untuk memerintah dan menghakimi umat manusia. Menyangkut soal Roh Allah yang bersemayam di dalam-Nya  juga dapat dikatakan bahwa Roh yang akan memberikan hikmat dan pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan Takut akan Tuhan.
c.Keadilan dan kebenaran Pemerintahan-Nya (ay. 3-5)
Ia menghakimi dengan jujur, menghukum orang lemah dalam keadilan, tidak menyimpang dari kesetiaan dan kebenaran. Ia adalah Raja yang adil memerintah semua umat-Nya.
d.      Keadaan damai dalam kerajaan-Nya (ay. 6-9)
Persatuan dan kerukunan. Dalam kaitan ini diibaratkan seperti kiasan bahwa serigala akan tinggal bersama domba, macan tutul disamping domba, anak lembu dan anak singa bersama-sama makan rumput, lembu dan beruang, ular tedung dan anak. Orang-orang yang dulunya bisa menggigit dan melahap dapat diubah-Nya begitu mengherankan oleh keberhasilan Injil dan anugerah Allah. Ini akan digenapi oleh keberhasilan Injil yang diterima secara tulus oleh seseorang. Injil bisa mengubah seseorang secara radikal.  Kegenapan itu juga masih digenapi jauh dia akhir zaman
e.      Masuknya bangsa-bangsa bukan Yahudi ke dalam kerajaan-Nya (ay.10)
Dahulu Hanya Yehuda  yang mengenal Allah, tetapi melalui kedatangan Mesias, Injil diberitakan dan pengenalan akan Allah jauh lebih luas dan menyebar ke seluruh dunia. Bukan hanya Jahudi yang mengenal Allah yang benar, tetapi semua umat manusia yang sudah mendengar dan menerima kebenaran Firman Tuhan.
III.  Kesimpulan/Refleksi
                Perikop ini memberi Israel janji bahwa Allah akan memulihkan Israel bahkan seluruh bumi melalui seorang raja keturunan Daud yang dalam kuasa Roh Tuhan akan menegakkan keadilan dengan meningkatkan kaum tertindas dan meniadakan orang fasik. Yesus adalah penggenapan nubutan nabi Yesaya  sebagai Raja Damai bagi manusia yang hidupnya selalu jatuh dalam dosa. Dalam persekutuan dengan Yesus, maka kita beroleh pengampunan dosa dan damai sejahtera yang penuh. Dengan keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan maka kita dapat mengalami dan menghadirkan damai sejahtera bagi sesama. Mari kita jalani kehidupan ini dalam keyakinan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat yang membawa damai sejahtera sepenuhnya bagi kita dan mengaruniakan Roh Kudus yang memampukan kita melakukan segala yang difirmankanNya. Karya keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus yang sudah lahir dan kelak datang sebagai Raja dan Hakim yang adil, hendaknya membuat kita tidak lagi terus hidup dalam kuasa kegelapan dan berkawan dengan pelaku kejahatan. Teruslah berpengharapan kepada Allah dan imani bahwa di tengah konflik selalu Roh Damai Sejahtera Allah menjadi jaminan untuk kita dapat saling mengasihi dan berdamai sejahtera karena kita mau hidup dalam kebenaran dan kesetiaan.
IV. Penerapan
Kelas kecil:
-          Menjelaskan Tema “Raja Damai” secara sederhana.
-          Menyebutkan hal yang dilakukan oleh Raja Damai dalam teks
-          Menyebutkan sikap untuk menyambut sang Raja
-          Aktivitas: menggambar dan mewarnai gambar seorang raja yang digambar oleh mereka sendiri dan membuat keterangannya lewat apa sudah mereka dengar dari GSM tentang ciri khas pemerintahan Raja Damai.
      Kelas besar:
-          Menyebutkan tema
-          Menyebutkan apa yang disebutkan yang menjadi ciri pemerintahan sang Raja Damai.
-          Respon/sikap yang harus dimiliki untuk menyambut kedatangan Raja Damai
-          Menyatakan tekad menyambut Raja Damai melalui slogan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...