Bahan
sermon GSM, 1 Desember 2019
Nats
: Yesaya 11:1-10
Topik : Raja Damai
I. Pendahuluan
Dalam sejarah peradaban manusia
dan sistem kepemimpinan yang dianut oleh manusia pada zaman dulu identik dengan
sistem monarki, sistem kerajaan yang kekuasaannya dianut oleh satu orang yang
berkuasa untuk memimpin, memerintah, membangun sebuah kelompok bangsa, dan
negara semua tergantung pada seorang raja yang memimpin. Maju mundurnya sebuah
negara dapat dipengaruhi oleh raja yang memimpin. Hal tersebut merupak
kerinduan bangsa Israel yang merindukan kahadiran sang Raja yang kemudian
dinubuatkan oleh nabi Jesaya. Kerinduan seorang raja yang akan menyelamatkan
mereka, pembebasan bersifat duniawi. Tetapi Raja yang dinubuatkan yang akan datang tersebut
adalah Mesias Sang raja.
II. Pembahasan
Munculnya seorang Mesias sang Raja
yaitu Yesus Kristus dengan ciri khas pemerintahan-Nya:
a.
Kemunculan-Nya dari keluarga Daud (ay. 1)
Mesias pada waktunya akan muncul dari
keluarga Daud, seperti tunas yang ditumbuhkan Tuhan, yang dikatakan di dalam
Yes.4:2 akan menjadi permai dan mulia. Yesus di dibandingkan seperti tunas (taruk)
yang terlihat lemah tetapi Ia akan menang atas mereka. Seperti tunas pohon yang
kemudian bertumbuh semakin lama menjadi kuat demikianlah Kristus yang akan
dipandang lemah tetapi menyelamatkan dunia.
b.
Syarat-syarat yang dipenuhi-Nya bagi
pekerjaan-Nya yang besar (ay. 2-3)
Bahwa dalam segala
hal, Ia memenuhi syarat bagi pekerjaan besar yang dirancangkan untuk-Nya. Tunas
yang lembut -akan dipenuhi oleh karunia sorga membuatnya menjadi kokoh. Yakni
Roh Tuhan yang bersemayam, memenuhi diri-Nya, karena kepenuhan Allah berdiam
dalam diri-Nya. Ia akan memulai memberitakan kerajaan Allah dengan ucapan”Roh
Tuhan ada pada-Ku”. Maksudnya adalah bahwa Allah Bapa sudah menganugerahkan
Roh-Nya kepada sang Raja untuk memerintah dan menghakimi umat manusia.
Menyangkut soal Roh Allah yang bersemayam di dalam-Nya juga dapat dikatakan bahwa Roh yang akan
memberikan hikmat dan pengertian, Roh Nasihat dan keperkasaan, Roh pengenalan
dan Takut akan Tuhan.
c.Keadilan dan kebenaran Pemerintahan-Nya
(ay. 3-5)
Ia menghakimi dengan jujur, menghukum
orang lemah dalam keadilan, tidak menyimpang dari kesetiaan dan kebenaran. Ia
adalah Raja yang adil memerintah semua umat-Nya.
d.
Keadaan damai dalam kerajaan-Nya (ay. 6-9)
Persatuan dan kerukunan. Dalam kaitan
ini diibaratkan seperti kiasan bahwa serigala akan tinggal bersama domba, macan
tutul disamping domba, anak lembu dan anak singa bersama-sama makan rumput,
lembu dan beruang, ular tedung dan anak. Orang-orang yang dulunya bisa
menggigit dan melahap dapat diubah-Nya begitu mengherankan oleh keberhasilan
Injil dan anugerah Allah. Ini akan digenapi oleh keberhasilan Injil yang
diterima secara tulus oleh seseorang. Injil bisa mengubah seseorang secara
radikal. Kegenapan itu juga masih
digenapi jauh dia akhir zaman
e.
Masuknya bangsa-bangsa bukan Yahudi ke dalam
kerajaan-Nya (ay.10)
Dahulu Hanya Yehuda yang mengenal Allah, tetapi melalui
kedatangan Mesias, Injil diberitakan dan pengenalan akan Allah jauh lebih luas
dan menyebar ke seluruh dunia. Bukan hanya Jahudi yang mengenal Allah yang
benar, tetapi semua umat manusia yang sudah mendengar dan menerima kebenaran
Firman Tuhan.
III. Kesimpulan/Refleksi
Perikop ini memberi Israel janji bahwa Allah akan memulihkan Israel bahkan seluruh
bumi melalui seorang raja keturunan Daud yang dalam kuasa Roh Tuhan akan
menegakkan keadilan dengan meningkatkan kaum tertindas dan meniadakan orang
fasik. Yesus adalah penggenapan nubutan nabi Yesaya sebagai Raja
Damai bagi manusia yang hidupnya selalu jatuh dalam dosa. Dalam persekutuan
dengan Yesus, maka kita beroleh pengampunan dosa dan damai sejahtera yang
penuh. Dengan keselamatan yang Tuhan Yesus anugerahkan maka kita dapat
mengalami dan menghadirkan damai sejahtera bagi sesama. Mari kita jalani
kehidupan ini dalam keyakinan bahwa Yesus datang sebagai Juruselamat yang
membawa damai sejahtera sepenuhnya bagi kita dan mengaruniakan Roh Kudus yang
memampukan kita melakukan segala yang difirmankanNya. Karya keselamatan Allah
di dalam Yesus Kristus yang sudah lahir dan kelak datang sebagai Raja dan Hakim
yang adil, hendaknya membuat kita tidak lagi terus hidup dalam kuasa kegelapan
dan berkawan dengan pelaku kejahatan. Teruslah berpengharapan kepada Allah dan
imani bahwa di tengah konflik selalu Roh Damai Sejahtera Allah menjadi jaminan
untuk kita dapat saling mengasihi dan berdamai sejahtera karena kita mau hidup
dalam kebenaran dan kesetiaan.
IV. Penerapan
Kelas kecil:
-
Menjelaskan Tema “Raja Damai” secara sederhana.
-
Menyebutkan hal yang dilakukan oleh Raja Damai
dalam teks
-
Menyebutkan sikap untuk menyambut sang Raja
-
Aktivitas: menggambar dan mewarnai gambar
seorang raja yang digambar oleh mereka sendiri dan membuat keterangannya lewat
apa sudah mereka dengar dari GSM tentang ciri khas pemerintahan Raja Damai.
Kelas
besar:
-
Menyebutkan tema
-
Menyebutkan apa yang disebutkan yang menjadi
ciri pemerintahan sang Raja Damai.
-
Respon/sikap yang harus dimiliki untuk menyambut
kedatangan Raja Damai
-
Menyatakan tekad menyambut Raja Damai melalui
slogan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar