Bahan Sermon Sekolah
Minggu, 8 September 2019
Nats : Mazmur 133:1-3
Tema
: Rukun
Bersama
hidup rukun
I. Pengantar
Semua orang tentunya menginginkan
yang namanya kerukunan dan hubungan satu sama lain dibangun di dalam ikatan
persaudaraan yang saling menghargai, mengasihi, saling memperdulikan tanpa
adanya sikap curiga, merendahkan status orang lain. Kesatuan akan bisa tercipta
dimana masing-masing pribadi memahami satu sama lain; tidak bisa dipisahkan,
saling membutuhkan, dan saling bergantung. Tidak boleh ada yang bersikap apatis, skeptis, curiga terhadap
keberadaan orang lain yang sering sekali menimbulkan perpecahan. Alangkah
indahnya jika di dalam sebuah kelompok
terdapat kerukunan dan kesatuan hati,sehari-hari. Kelompok yang bersatu
akan semakin kuat, harmonis dan kuat. Hal ini jugalah yang disebutkan oleh Daud
sendiri sebagai seorang raja yang terkenal dan memiliki hidup yang berkenan
kepada Tuhan, juga mengatakan bahwa alangkah indah persekutuan di dalam
kebersamaan.
II. Penjelasan Nats
1. Perikop
kotbah ini merupakan kata-kata berisi ungkapan isi hati Daud tentang kerukunan.
Kata-kata nyanyian ziarah dari Daud ini menggambarkan situasi saat itu, di mana
kebiasaan orang Israel yang berkumpul beramai-ramai membangun tenda untuk
merayakan hari-hari perayaan tertentu. Sungguh alangkah baiknya dan indahnya,
apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun (ay.1). Kata-kata pembukaan
dimana Daud mau menggambarkan suasana umat berbagai penjuru Israel berkumpul di
Yerusalem di dalam kerukunan, keakuran, keharmonisan, dan keguyuban. Juga
merupakan Sebuah nyanyian kerinduan yang mengekpressikan tentang gambaran hidup
dalam kasih Allah, yang ditandai dengan adanya kasih persaudaraan, penuh
kerukunan satu dengan yang lain. Persaudaraan dan kerukunan juga berlaku di dalam
keluarga, di sekolah, di tempat kerja, dalam gereja, antar agama dan di segala
tempat. Persaudaraan yang dibangun dengan kasih Allah akan menghasilkan
persekutuan yang rukun.
2. “,....sebab
kesanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya’. Daud
menggambarkan aliran berkat Tuhan dalam kerukunan bagaikan minyak dan embun. a)
minyak, biasanya digunakan untuk adat penyambutan tamu sebagai bentuk
penghormatan, tamu akan diminyaki pada kepala atau kaki. Minyak juga dipakai
untuk menobatan diri imam. Itulah yang terjadi misalnya pada Harun. Ini berarti
minyak sebagai lambang berkat (berkat rohani) yaitu orang yang hidup rukun
diurapi penuh oleh berkat dan kuasa Tuhan. b) embun, embun hermon adalah kiasan
untuk embun yang berlimpah di musim panas, yang memungkinkan ladang dan pohon
berbuah dengan baik. Ini berarti embun sebagai berkat (bersifat berkat jasmani)
karena adanya tumbuhan hijau di daerah tanah yang gersang menghasilkan hasil
yang berlimpah. Jadi jelas, jika umat hidup dengan rukun maka umat akan
mengalami berkat jasmani dan rohani dari Tuhan.
3.
Kerukunan dan persaudaraan yang damai
dapat terjadi jika masing-masing mengusahakannya. Kunci sukses untuk menjadi
bersatu di dalam persaudaraan yang rukun adalah mengenakan kasih Allah untuk
mengasihi sesama. Kasih Allah yang sudah mendamaikan hati kita dan hubungan dengan
sesama. Kasih itu jugalah yang akan
mengikat persaudaraan kita.
III.
Refleksi
Tuhan sudah menyediakan berkat yang luar
biasa bagi kita semua. Kita tinggal meraihnya. Binalah kerukunan di antara
hubungan dengan sesama. Bangunlah hubungan dengan dasar kerukunan, maka kita
akan melihat berkat-berkat yang sudah Tuhan sediakan dicurahkan bagi kehidupan
setiap orang yang percaya kepadaNya.
IV.
Penerapan
Kelas
kecil : - Menyebutkan arti tema “rukum” secara sederhana
- Bertanya
tentang bagaimana hubungannya dengan abang/adik atau dengan teman-temannya.
Kelas besar : - Menyebutkan arti
tema
-
Apa manfaat jika bersatu dan hidup rukun
-
Apa kekurangan/kerugian jika tidak
bersatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar