Bahan Sermon Sekolah Minggu, 15
September 2019
Nats : Amsal 6: 6-11
Tema :
Menabung
Rajin Menabung
1. Pendahuluan
Sejak kecil
orang tua seharusnya sudah mengajarkan anak untuk menabung. Menabung adalah
sebuah kebiasaan yang baik dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Menambung
dari uang saku, mereka diajarkan dan dilatih untuk menyisihkan sedikit uang
sakunya dan terbiasa hidup hemat. Membiasakan diri menabung akan memberi
manfaat yang luar biasa di dalam kehidupan. Karena menabung dapat membatasi
seseorang untuk membeli sesuatu yang tidak penting, membantu seseorang untuk
mencapai tujuan/impiannya untuk mendapatkan sesuatu, memberikan kemampuan dan
kepintaran untuk mengatur keuangan.
II.
Isi
Pada
bagian perikop ini sang penulis Amsal memberikan sebuah saran untuk belajar
dari semut tentang perjuangan hidup.
Manusia adalah sosok yang dikaruniai oleh Tuhan kebijaksaan, akal pikiran
bahkan kemampuan yang jauh lebih besar dari semut. Tetapi kenapa pada bagian
ini penulis menyarankan belajar dari semut, tampaknya ada kemerosotan yang
terjadi sehingga Salomo menyuruh untuk belajar dari semut. “Hai pemalas, pergilah kepada semut,
perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak”. Orang yang bijaksana adalah orang
yang memiliki sikap yang bersedia memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang
lain dan memperhatikan perilaku dan kebiasaannya. Sikap yang mau memperhatikan
dan mendengar orang lain akan membuatnya semakin arif dan bijaksana. Belajar
dari kehidupan semut tampaknya adalah sebuah ilustrasi yang tepat karena
memberikan teladan yang tepat.
Pertama, Semut adalah Binatang yang tidak kuat, tetapi
hewan yang sangat rapuh. tetapi menyediakan makanannya pada musim panas. Semut adalah perlambangan kerja keras,
kerajinan, kerja sama dan mempersiapkan diri di masa sulit. Semut dikatakan
bukan binatang yang kuat walaupun demikian semut bekerja keras dan bekerja sama
dalam membuat sarang, mencari makanan dan membawa makanannya kembai ke sarang.
Semut mempunyai kemampuan daam pembagian pekerjaan, komunikasi antar anggota
dan memecahkan persoalan. Semut dapat membawa makanan kembali ke sarangnya
walaupun jaraknya jauh, banyak rintangan dan penuh dengan bahayaa. Walaupun
jalannya diganggu atau halangi (dengan air atau benda lainnya) semut selalu
saja dapat mencari jalan alternatif. Kedua, belajar mempersiapkan diri di musim
panas maksudnya adalah kita harus mempersiapkan diri untuk masa depan, dan
jangan hanya memikirkan saat ini, jangan menghabiskan semua, dan tidak
menyimpan apa-apa. Sebaliknya dalam waktu mengumpulkan, kita harus membuat
persediaan untuk waktu menghabiskan. Buatlah persiapan untuk masa kekurangan,
dalam waktu sekarang buatlah persediaan untuk kehidupan kekal. Kita harus
bersusah payah bekerja keras walaupun keadaan tidak nyaman seperti semut yang
mengumpulkan makanan di musim panas. Menabung merupakan adalah bagian
mempersiapkan roti di musim panas. Dengan menabung berarti mempersiapkan diri
untuk menghadapi musim panas dalam arti mempersiapkan segala sesuatunya
saat-saat dimana tabungan tersebut dapat digunakan.
“hai
pemalas berapa lama lagi engkau berbaring.... tidur sebentar lagi, mengantik
sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi..”
kelihatannya sang pemalas harus dibangunkan dengan bertanya “berapa lama?”.
Orang-orang malas bekerja biasanya memberikan petunjuk-petunjuk kemalasannya,
petunjuk salah satunya adalah senang untuk tidur, bermalas-malasan, mencintai
kenyamanan, dan suka menunda-nunda. Salomo memberinya peringatan bahwa
“kemiskinan dan kekurangan akan menimpa orang-orang yang malas bekerja”. Jika
orang melalaikan pekerjaan atau urusannya dia bukan hanya tidak maju tetapi
mundur. Orang yang melalaikan urusan, pekerjaannya akan mendapat penghasilan
yang akan semakin sedikit dan bisa habis. Berarti kemalasan membuat menjadi
miskin. Oleh sebab itu, diperlukan sikap yang rajin, yakni rajin bekerja dan rajin menabung.
III. REFLEKSI
1.
Belajarlah dari semut, bekerja keras di musim panas, bekerja keras
walau di dalam situasi yang tidak nyaman, dan tidak menyenangkan. Mempersiapkan
masa depan dengan belajar dan bekerja keras.
2.
Semut mempersiapkan makanan di musim panas
dan mengumpulkan makanan di waktu panen. Alangkah jauh lebih besar apa yang
bisa kita lakukan dibandingkan semut. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang spesial
persoalan kita bukan hanya mempersiapkan roti atau kebutuhan jasmani (harta
duniawi ), kita memiliki persoalan yang menuntut manusia untuk rajin menabung.
Rajin menyisihkan sebagian penghasilan untuk persiapan kemungkinan yang terjadi
di masa yang akan mendatang, tetapi bagaimana
hidup ini juga sebagai proses untuk mengumpulkan harta yang abad, harta sorgawi
yang tidak bisa busuk, hangus, dan dimakan rayap. Persiapan itu adalah mengumpulkan harta sorgawi (perbuatan baik)
selama kita masih di dunia demi masa depan yang terjamin, masa depan di sorga
kelak.
I. Penerapan
Kelas kecil :
-
Menjelaskan secara sederhana apa arti “menabung”
-
Cara menabung
Kelas besar:
-
Menjelaskan defenisi “menabung”
-
Manfaat menabung
-
Tekad untuk menabung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar