Selasa, 21 Januari 2020

Menabung


Bahan Sermon Sekolah Minggu, 15 September 2019
Nats                       : Amsal 6: 6-11
Tema                     : Menabung
Rajin Menabung
1.       Pendahuluan
Sejak kecil orang tua seharusnya sudah mengajarkan anak untuk menabung. Menabung adalah sebuah kebiasaan yang baik dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Menambung dari uang saku, mereka diajarkan dan dilatih untuk menyisihkan sedikit uang sakunya dan terbiasa hidup hemat. Membiasakan diri menabung akan memberi manfaat yang luar biasa di dalam kehidupan. Karena menabung dapat membatasi seseorang untuk membeli sesuatu yang tidak penting, membantu seseorang untuk mencapai tujuan/impiannya untuk mendapatkan sesuatu, memberikan kemampuan dan kepintaran untuk mengatur keuangan. 
II.        Isi  
                Pada bagian perikop ini sang penulis Amsal memberikan sebuah saran untuk belajar dari semut  tentang perjuangan hidup. Manusia adalah sosok yang dikaruniai oleh Tuhan kebijaksaan, akal pikiran bahkan kemampuan yang jauh lebih besar dari semut. Tetapi kenapa pada bagian ini penulis menyarankan belajar dari semut, tampaknya ada kemerosotan yang terjadi sehingga Salomo menyuruh untuk belajar dari semut.  “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak”. Orang yang bijaksana adalah orang yang memiliki sikap yang bersedia memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang lain dan memperhatikan perilaku dan kebiasaannya. Sikap yang mau memperhatikan dan mendengar orang lain akan membuatnya semakin arif dan bijaksana. Belajar dari kehidupan semut tampaknya adalah sebuah ilustrasi yang tepat karena memberikan teladan yang tepat.
                Pertama,  Semut adalah Binatang yang tidak kuat, tetapi hewan yang sangat rapuh. tetapi menyediakan makanannya pada musim panas.  Semut adalah perlambangan kerja keras, kerajinan, kerja sama dan mempersiapkan diri di masa sulit. Semut dikatakan bukan binatang yang kuat walaupun demikian semut bekerja keras dan bekerja sama dalam membuat sarang, mencari makanan dan membawa makanannya kembai ke sarang. Semut mempunyai kemampuan daam pembagian pekerjaan, komunikasi antar anggota dan memecahkan persoalan. Semut dapat membawa makanan kembali ke sarangnya walaupun jaraknya jauh, banyak rintangan dan penuh dengan bahayaa. Walaupun jalannya diganggu atau halangi (dengan air atau benda lainnya) semut selalu saja dapat mencari jalan alternatif. Kedua, belajar mempersiapkan diri di musim panas maksudnya adalah kita harus mempersiapkan diri untuk masa depan, dan jangan hanya memikirkan saat ini, jangan menghabiskan semua, dan tidak menyimpan apa-apa. Sebaliknya dalam waktu mengumpulkan, kita harus membuat persediaan untuk waktu menghabiskan. Buatlah persiapan untuk masa kekurangan, dalam waktu sekarang buatlah persediaan untuk kehidupan kekal. Kita harus bersusah payah bekerja keras walaupun keadaan tidak nyaman seperti semut yang mengumpulkan makanan di musim panas. Menabung merupakan adalah bagian mempersiapkan roti di musim panas. Dengan menabung berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi musim panas dalam arti mempersiapkan segala sesuatunya saat-saat dimana tabungan tersebut dapat digunakan.
                “hai pemalas berapa lama lagi engkau berbaring.... tidur sebentar lagi, mengantik sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi..” kelihatannya sang pemalas harus dibangunkan dengan bertanya “berapa lama?”. Orang-orang malas bekerja biasanya memberikan petunjuk-petunjuk kemalasannya, petunjuk salah satunya adalah senang untuk tidur, bermalas-malasan, mencintai kenyamanan, dan suka menunda-nunda. Salomo memberinya peringatan bahwa “kemiskinan dan kekurangan akan menimpa orang-orang yang malas bekerja”. Jika orang melalaikan pekerjaan atau urusannya dia bukan hanya tidak maju tetapi mundur. Orang yang melalaikan urusan, pekerjaannya akan mendapat penghasilan yang akan semakin sedikit dan bisa habis. Berarti kemalasan membuat menjadi miskin. Oleh sebab itu, diperlukan sikap yang rajin,  yakni rajin bekerja dan rajin menabung.
III.  REFLEKSI
1.    Belajarlah dari semut,  bekerja keras di musim panas, bekerja keras walau di dalam situasi yang tidak nyaman, dan tidak menyenangkan. Mempersiapkan masa depan dengan belajar dan bekerja keras.
2.    Semut mempersiapkan makanan di musim panas dan mengumpulkan makanan di waktu panen. Alangkah jauh lebih besar apa yang bisa kita lakukan dibandingkan semut. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang spesial persoalan kita bukan hanya mempersiapkan roti atau kebutuhan jasmani (harta duniawi ), kita memiliki persoalan yang menuntut manusia untuk rajin menabung. Rajin menyisihkan sebagian penghasilan untuk persiapan kemungkinan yang terjadi di masa yang akan mendatang,  tetapi bagaimana hidup ini juga sebagai proses untuk mengumpulkan harta yang abad, harta sorgawi yang tidak bisa busuk, hangus, dan dimakan rayap. Persiapan itu adalah  mengumpulkan harta sorgawi (perbuatan baik) selama kita masih di dunia demi masa depan yang terjamin, masa depan di sorga kelak.
I.      Penerapan
Kelas kecil :
-          Menjelaskan secara sederhana apa arti “menabung”
-          Cara menabung
Kelas besar:
-          Menjelaskan defenisi “menabung”
-          Manfaat menabung
-          Tekad untuk menabung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...