Selasa, 21 Januari 2020

Memelihara bumi


Bahan sermon GSM, 12 Januari 2019
Nats    : Kejadian 1:28
Tema : Memelihara bumi
Pengantar
Hari penciptaan yang terakhir dari semua benda dan mahluk adalah hari ke-enam yakni manusia. Mengapa manusia diciptakan terakhir kalinya karena manusia merupakan ciptaan yang istimewa dan terhormat.  Manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Maksudnya adalah bahwa Allah menjadikan manusia  menurut gambar dan rupa Allah (ayat.26), mengungkapkan bahwa hal yang sama dan mirip terletak pada 3 hal berikut:
-          Dalam sifat pembawaannya. Maksudnya adalah sifat pembawaan jiwa dan roh manusia, sehingga memiliki kemampuan untuk mengerti, memahami, berkehendak, dan kekuatan bergerak untuk melakukan hal-hal yang baik karena di dalam roh manusia yang menjadi pelita Allah.
-          Dalam tempat dan wewenangnya. Artinya adalah manusia memiliki sebuah wewenang, kuasa menjadi wakil Allah untuk menguasai mahluk-mahluk yang lebih rendah (hewan dan tumbuhan dsb).
-          Dalam kemurnian dan kelurusannya. Manusia dianugerahi keinginan dan kebiasaan untuk melakukan kehendak Allah. secara naluri alamiah manusia sebenarnya diperuntukkan untuk melakukan dan hidup dan tunduk di bawah otoritas Allah.
Manusia sebagai Imago Dei, diciptakan menurut gambar dan rupa Allah tidak dibiarkan hidup begitu saja, dan hidup semaunya saja tetapi memiliki tujuan khusus yakni; bahwa manusia diciptakan untuk mengerti, menguasai, dan membudidayakan alam (ay. 26);  mencerminkan sifat, kasih, dan kekudusan, keadilan, kebaikan dan kemuliaan Allah (ay. 27); manusia dicipta untuk menjadi pelaku dan pelaksana perintah/kehendak Allah. Pada perikop minggu ini, secara khusus membahas tentang tugas dan tanggung jawab manusia untuk “memelihara bumi”.

Penjelasan Nas
Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk menjaga dan memelihara bumi ciptaan Allah itu. Dalam nas hari ini ada tiga hal yang ditugaskan Allah kepada Adam dan Hawa dalam rangka memelihara bumi ini, yakni: Pertama, beranak-cuculah. Tujuan pertama dari penciptaan manusia adalah supaya bertambah banyak. Kata ”beranakcuculah dan bertambah banyak”, memiliki dua pengertian. (1) reproduksi fisik, yaitu melahirkan anak sehingga lewat kelahiran anak itu akan memperbanyak gambar dan rupa Allah. (2) Reproduksi non fisik, yaitu menghadirkan karakter Allah dalam diri manusia itu sehingga orang di sekitarnya bisa merasakan kehadiran Allah, dan inilah tujuan Allah menciptakan manusia. Perintah beranak cucu ini bukan berarti pablas membuat anak sebanyak-banyaknya, tetapi harus juga memikirkan segala kebutuhan yang berkaitan dengan hal tersebut. Kita harus bertangunggjawab membesarkan dan mendidik keturuan kita dengan memiliki karakter Allah di dalam diri dan kehidupan mereka.
Kedua, Allah memberikan otoritas kepada manusia untuk menaklukkan bumi, termasuk segala yang ada di dalamnya.“...penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,” Jadi jangan mau ditaklukkan oleh apa saja yang ada dalam dunia ini tetapi justru kita memiliki otoritas untuk menaklukkannya. Kata “taklukkanlah” (subdue)berasal dari kata Ibrani, kabash.Sesungguhnya ini berlaku manakala pihak yang ditaklukkan itu sudah berada dalam kondisi buruk atau jahat (hostile). Taklukkan apabila bumi  sudah menjadi ancaman. Ini menandai bahwa alam sepatutnya diupayakan sebagai lingkungan yang memberi daya dukung. Namun pemahaman ini justru dimanfaatkan oleh kita (manusia) untuk menyalahgunakan kebaikan dan kesuburan alam pula.Perintah ini bukan diartikan untuk menguasai bumi dengan sebebas-bebasnya. Kita juga harus menjaga ekosistem bumi agar bumi tidak rusak dan kita bisa hidup dan tinggal di bumi ini dengan damai dan sejahtera.
Ketiga, Allah menempatkan manusia menjadi wakilnya dalam dunia ini. Kata berkuasa menunjuk kepada wewenang yang diberikan Tuhan untuk mengelola dunia ini dengan segala apa yang ada di dalamnya. Hanya kepada manusia Allah memberikan wewenang-Nya. Jadi, jangan pernah salah gunakan wewenang itu. Kata “berkuasalah” (dominion atau rule) dari kata radah. Suatu kata kerajaan, pemerintahan yang bertahta dari seorang raja. Kata radah menunjukkan pola pemerintahan yang adil dari sang raja. Berkuasa bukan berarti kita mau bertidak semau gue tetapi harus bertindak yang adil dan bijaksana tanpa harus mendominasi hidup orang lain. Kita tidak merampas hak dan bagian orang lain. Berkuasa artinya kita menggunakan kekuatan dan jabatan kita untuk mensejahterakan hidup manusia dan memuliakan Allah. 
Kesimpulan
Melalui nas perikop kotbah ini, ASM diajak untuk bersyukur bahwa Allah telah menciptakan mereka dengan tujuan khusus dan Allah memiliki rencan indah untuk manusia ciptaan-Nya. Maksudnya adalah bahwa semua manusia, anak sekolah minggu memiliki kesempatan untuk memakai, menikmati ciptaan Tuhan disamping itu juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memelihara bumi (benda, mahluk hidup dan lingkungan), supaya kelestarian dan keutuhannya terjamin. Bumi yang terpelihara akan membawa dampak dan manfaat yang baik juga terhadap manusia. Hal-hal praktis yang dapat dilakukan oleh manusia adalah membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan kertas dan tisu, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, mengurangi penggunaan listrik dan sebagainya. Hal-hal sederhana ini dapat dilakukan di dalam sehari-hari yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan bumi.  
Penerapan
Kelas kecil :
-          Menyebutkan tema
-          Menyebutkan apa tugas anak sekolah minggu menurut teks alkitab
-          Gambar perbandingan lingkungan yang bersih terawat dengan gambar lingkungan banyak sampah dan tanyakan apa pendapat mereka tentang segi keindahan, kesehatan, dan kenyamanan dari kedua gambar tersebut.
-          Sebutkan hal-hal sederhana yang dapat merek lakukan untuk “memelihara bumi
Kelas besar :
-          Menyebutkan arti tema melalui icon/logo “save earth”
-          Menyebutkan makna manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah berdasarkan nats Alkitab.
-          Sebutkan alasan manusia memiliki Tugas dan tanggung jawab mememlihara bumi?
Apa dampak yang terjadi ketika tidak memelihara bumi?
-          Hal-hal yang dapat dilakukan untuk memlihara bumi!








Hasil gambar untuk save earth


“manusia tidak bisa hidup tanpa air tetapi air tidak membutuhkan manusia”















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...