Sermon, 27 Oktober 2019
Nats :
1 Petrus 2:1-5
Tema
: Bertumbuh
Bertumbuh di
dalam Tuhan
I.
Pendahuluan
Batu hidup atau batu penjuru bisa
menjadi simbol diri kita dan Yesus Kristus. Yesus yang tidak dikenal oleh dunia, dibuang
oleh orang-orang yang tidak mempercayaiNya serta menolak kehadiranNya di dunia.
Batu adalah
simbol ketegaran dan kerasnya hidup, Yesus disimbolkan sebagai batu penjuru
karena Petrus ingin menunjukkan bahwa Yesus memiliki pendirian yang kuat dan
tetap serta keteguhan imanNya kepada Allah. bahkan saat Ia harus menderita dan
disalib pun, Yesus menjalaninya dengan penuh ketegaran dan ketaatan walaupun Ia
juga menyimpan rasa takut dalam diriNya. Petrus ingin kita
meneladani cara hidup Yesus sebagai batu penjuru. Walaupun Yesus dibuang dan
ditolak di berbagai daerah, bahkan Yesus pernah ditolak oleh masyarakat
Nazaret, tempat tinggalNya sendiri, Yesus terus berkarya dan menunjukkan
kebaikan dan mujizat dimana-mana.
Yesus yang diperkenalkan dan
sudah dipercayai oleh sekelompok masyarakat yang berada di berbagai kota,
menunjukkan bahwa mereka sudah mengalami hidup baru dan harus memiliki cara
hidup yang baru sesuai dengan apa yang diimani. Di sini Petrus menginginkan
bahwa mereka harus menunjukkan buah pertobatan mereka sebagai orang-orang yang
sudah mengenal Kristus di dalam kehidupan mereka setiap harinya, mengalami
hidup baru. Mereka harus bertumbuh ke arah Kristus. Berjuang bersama untuk
meraih kemenangan-kemenangan rohani sebagai orang percaya.
II. Isi
Jemaat yang sudah mendengar dan mempercayai
Yesus Kristus. Harus memiliki hidup baru dari buah pertobatannya. Jemaat perlu
melakukan beberapa rumusan, patokan untuk mampu menjadi jemaat yang sudah hidup
baru dan menjadi jemaat yang bertumbuh, sebagai berikut:
1. Membuang segala Dosa
“Karena itu buanglah segala kejahatan,
segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah” (ay
1). Perkataan “buanglah” berarti tidak ada yang disimpan atau tertinggal.
Ditekankan pula dengan kata “segala” semuanya secara total harus dibuang.
Segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Sebagai orang yang sudah hidup
baru harus secara rela membuang dan meninggalkan segala perbuatan-perbuatan
yang yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.
2. Selalu merindukan Firman Tuhan
“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru
lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani…” (ay 2).
Pernyataan “selalu ingin” menyatakan kerinduannya untuk mendapatkan “air susu”
yaitu Firman Tuhan. Bayangkan jika kita berhadapan dengan seorang bayi yang
tidak merindukan air susu bahkan menolah diberi air susu? Apa yang akan
terjadi? Jelas ia tidak akan bertumbuh dan akan mendekat kepada kematian.
Miliki gairah, miliki kerinduan seperti pemazmur berkata “Seperti rusa yang
merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”
(Maz 42:2). Salah satu faktor yang menghilangkan kerinduan baca Firman yaitu
dosa. Apa faedahnya memperoleh pengajaran Firman? Dinyatakan oleh pemazmur,
“dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, apa saja yang diperbuatnya
berhasil” (Maz 1:2-3). Keberhasilan hidup ternyata jika kita hidup sesuai
dengan kehendakNya. Mau berhasil dalam kehidupan pribadi, dalam rumah tangga,
dalam karier dan dalam perdagangan semuanya tercatat dalam FirmanNya.
3. Selalu mencari wajah Tuhan.
“Supaya oleh-Nya kamu bertumbuh dan
beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan” (ay
2-3). Untuk “bertumbuh dan beroleh keselamatan” tergantung atas kerinduan kita
membaca Firman dan pengalaman kita bersama Tuhan. Perkataan “mengecap” berarti
baru mencicipi atau merasakan sebagian kecil saja. Pemazmur berkata, “Kecaplah
dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (Maz 34:9). Kebenaran yang harus
disadari bahwa kebaikan Tuhan itu perlu dialami dalam hidup ini, tidak dapat di
dengar atau di saksikan lewat kehidupan orang lain. Kita sendiri harus
mengalaminya! Dan ini akan mendorong kita untuk mengalami lebih dan lebih lagi
sehingga kita mau meningkatkan pengenalan kita kepada Tuhan. Pemazmur berkata
“Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan Ia membimbing, dan Ia mengajarkan jalanNya. Orang
itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi”
(Maz 25:8-9 &13) sehingga mampu
bersaksi dan memuji Tuhan.
4. Menjadi berkat
“dan biarlah kamu dipergunakan sebagai batu hidup untuk
pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat yang kudus”, dan dikaitkan
lagi pada ayat yang ke-9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang
rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah memanggil kamu
keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, kamu, yang dahulu bukan umat
Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak
dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan”.
III.
Refleksi
Dari pemaparan di atas, kita semakin
memahami bahwa tujuan dan maksud daripada teks adalah menenkankan bahwa hidup
kekristenan harus bertumbuh. Meninggalkan dosa-dosa lama, dan selalu berusaha
untuk hidup di dalam Firman Tuhan, lalu berusaha menjadi berkat dan terang di
antara sesama manusia dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Anak sekolah minggu
yang mengalami proses pertumbuhan yang significan baik secara jasmani dan juga
rohani. Pada masa-masa mereka sangat mudah untuk menyerap informasi, dan juga
mudah untuk mempraktekkannya. Mereka mudah untuk merubah diri jika mereka sudah
menyadarinya. Maka dalam hal ini anak sekolah minggu harus diarahkan, didiorong untuk bertumbuh ke arah yang baik
arah positif lewat beberapa tips di atas.
IV.
Penerapan
Kelas
kecil :
-
Menunjukan
gambar pertumbuhan tanaman atau hewan lalu mewarnai
-
Apa
yang disebut bertumbuh semakin baik
-
Menyebutkan
mengapa harus bertumbuh menjadi baik
Kelas
besar :
-
Menceritakan
proses pertumbuhan (gambar bayi)
-
Menjelaskan
apa yang dimaksud bertumbuh secara kerohanian?
-
Apa
yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana supaya bertumbuh
dalam kehidupan sehari-hari.
-
Membuat
komitmen bersama untuk “bertumbuh dalam Firman Tuhan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar