Selasa, 21 Januari 2020

Bertumbuh di dalam Tuhan


Sermon, 27 Oktober 2019
Nats                : 1 Petrus 2:1-5
Tema              : Bertumbuh

Bertumbuh di dalam Tuhan
I.     Pendahuluan
Batu hidup atau batu penjuru bisa menjadi simbol diri kita dan Yesus Kristus. Yesus yang tidak dikenal oleh dunia, dibuang oleh orang-orang yang tidak mempercayaiNya serta menolak kehadiranNya di dunia. Batu adalah simbol ketegaran dan kerasnya hidup, Yesus disimbolkan sebagai batu penjuru karena Petrus ingin menunjukkan bahwa Yesus memiliki pendirian yang kuat dan tetap serta keteguhan imanNya kepada Allah. bahkan saat Ia harus menderita dan disalib pun, Yesus menjalaninya dengan penuh ketegaran dan ketaatan walaupun Ia juga menyimpan rasa takut dalam diriNya. Petrus ingin kita meneladani cara hidup Yesus sebagai batu penjuru. Walaupun Yesus dibuang dan ditolak di berbagai daerah, bahkan Yesus pernah ditolak oleh masyarakat Nazaret, tempat tinggalNya sendiri, Yesus terus berkarya dan menunjukkan kebaikan dan mujizat dimana-mana.
Yesus yang diperkenalkan dan sudah dipercayai oleh sekelompok masyarakat yang berada di berbagai kota, menunjukkan bahwa mereka sudah mengalami hidup baru dan harus memiliki cara hidup yang baru sesuai dengan apa yang diimani. Di sini Petrus menginginkan bahwa mereka harus menunjukkan buah pertobatan mereka sebagai orang-orang yang sudah mengenal Kristus di dalam kehidupan mereka setiap harinya, mengalami hidup baru. Mereka harus bertumbuh ke arah Kristus. Berjuang bersama untuk meraih kemenangan-kemenangan rohani sebagai orang percaya.
II.  Isi
Jemaat yang sudah mendengar dan mempercayai Yesus Kristus. Harus memiliki hidup baru dari buah pertobatannya. Jemaat perlu melakukan beberapa rumusan, patokan untuk mampu menjadi jemaat yang sudah hidup baru dan menjadi jemaat yang bertumbuh, sebagai berikut:
1.      Membuang segala Dosa
“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah” (ay 1). Perkataan “buanglah” berarti tidak ada yang disimpan atau tertinggal. Ditekankan pula dengan kata “segala” semuanya secara total harus dibuang. Segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Sebagai orang yang sudah hidup baru harus secara rela membuang dan meninggalkan segala perbuatan-perbuatan yang yang tidak berkenan di hadapan Tuhan.

2.      Selalu merindukan Firman Tuhan
“Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani…” (ay 2). Pernyataan “selalu ingin” menyatakan kerinduannya untuk mendapatkan “air susu” yaitu Firman Tuhan. Bayangkan jika kita berhadapan dengan seorang bayi yang tidak merindukan air susu bahkan menolah diberi air susu? Apa yang akan terjadi? Jelas ia tidak akan bertumbuh dan akan mendekat kepada kematian. Miliki gairah, miliki kerinduan seperti pemazmur berkata “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah” (Maz 42:2). Salah satu faktor yang menghilangkan kerinduan baca Firman yaitu dosa. Apa faedahnya memperoleh pengajaran Firman? Dinyatakan oleh pemazmur, “dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, apa saja yang diperbuatnya berhasil” (Maz 1:2-3). Keberhasilan hidup ternyata jika kita hidup sesuai dengan kehendakNya. Mau berhasil dalam kehidupan pribadi, dalam rumah tangga, dalam karier dan dalam perdagangan semuanya tercatat dalam FirmanNya.

3.      Selalu mencari wajah Tuhan.
“Supaya oleh-Nya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan” (ay 2-3). Untuk “bertumbuh dan beroleh keselamatan” tergantung atas kerinduan kita membaca Firman dan pengalaman kita bersama Tuhan. Perkataan “mengecap” berarti baru mencicipi atau merasakan sebagian kecil saja. Pemazmur berkata, “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu!” (Maz 34:9). Kebenaran yang harus disadari bahwa kebaikan Tuhan itu perlu dialami dalam hidup ini, tidak dapat di dengar atau di saksikan lewat kehidupan orang lain. Kita sendiri harus mengalaminya! Dan ini akan mendorong kita untuk mengalami lebih dan lebih lagi sehingga kita mau meningkatkan pengenalan kita kepada Tuhan. Pemazmur berkata “Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan  Ia membimbing, dan Ia mengajarkan jalanNya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi” (Maz 25:8-9 &13)  sehingga mampu bersaksi dan memuji Tuhan.

4.      Menjadi berkat
“dan biarlah kamu dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat yang kudus”, dan dikaitkan lagi pada ayat yang ke-9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan”.

III.             Refleksi
Dari pemaparan di atas, kita semakin memahami bahwa tujuan dan maksud daripada teks adalah menenkankan bahwa hidup kekristenan harus bertumbuh. Meninggalkan dosa-dosa lama, dan selalu berusaha untuk hidup di dalam Firman Tuhan, lalu berusaha menjadi berkat dan terang di antara sesama manusia dan membawa jiwa-jiwa kepada Kristus. Anak sekolah minggu yang mengalami proses pertumbuhan yang significan baik secara jasmani dan juga rohani. Pada masa-masa mereka sangat mudah untuk menyerap informasi, dan juga mudah untuk mempraktekkannya. Mereka mudah untuk merubah diri jika mereka sudah menyadarinya. Maka dalam hal ini anak sekolah minggu harus diarahkan,  didiorong untuk bertumbuh ke arah yang baik arah positif lewat beberapa tips di atas.
IV.   Penerapan

Kelas kecil :
-          Menunjukan gambar pertumbuhan tanaman atau hewan lalu mewarnai
-          Apa yang disebut bertumbuh semakin baik
-          Menyebutkan mengapa harus bertumbuh menjadi baik

Kelas besar :
-          Menceritakan proses pertumbuhan (gambar bayi)
-          Menjelaskan apa yang dimaksud bertumbuh secara kerohanian?
-          Apa yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bagaimana supaya bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
-          Membuat komitmen bersama untuk “bertumbuh dalam Firman Tuhan”  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...