Selasa, 21 Januari 2020

hati-hati!!!


Bahan sermon, 20 Oktober 2019
Nats                       : Efesus 6:16-18
Hati-hati
I.  Pendahuluan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti hati-hati adalah sebuah sikap yang menunjukkan kehati-hatian atau waspada. Dilihat dari sudut pandang si pemberi ucapan, ungkapan ‘hati-hati’ ini dimaksudkan agar si penerima ucapan waspada setiap saat karena banyak kejadian buruk yang bisa menimpa si penerima ucapan. Bersikap hati-hati dimaksudkan bahwa setiap hari kita akan selalu menjaga dan waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi atas apa yang kita lakukan, ucapkan dan segala perbuatan. Demikian halnya dalam nats perikop ini juga berkaitan dengan sikap waspada atau kehati-hatian yang disebutkan oleh si Paulus terhadap jemaat yang berada di kota Efesus. Konteks jemaat yang ada di Efesus pada saat itu adalah masih melakukan penyembahan terhadap Dewa Yunani. Dewa yang mereka sembah pada saat itu adalah mereka sebut dewi Artemis. Mereka memahami dan mempercayai bahwa dewi Artemis ini adalah Dewa kesuburan. Selain itu juga mereka melakukan penyembahan dan tunduk kepada kaisar. Melihat keadaan ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan suratnya kepada jemaat di Efesus, supaya mereka berhati-hati dan waspada terhadap ajaran-ajaran dan juga godaan-godaan untuk mengikuti kebiasaan kaisar, atau masyarakat yang ada. Hal ini jugalah yang disebutkan oleh Paulus bahwa sebenarnya orang percaya setiap harinya dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus berperang dengan tipu muslihat si jahat yang selalu menggoda dan siap menyerang untuk mengalihkan dan mengacaukan iman orang Kristen. Sehingga diperlukan sikap waspada.  
II.    Isi
                Maksud utama Paulus dalam bersikap hati-hati/waspada di sini juga harus disertai dengan senjata perlengkapan rohani. Apa yang dimaksud dengan senjata perlengkapan rohani? Yang dimaksud senjata perlengkapan rohani adalah bahwa konflik dengan Iblis itu bersifat rohani, dan karena itu tidak ada senjata nyata yang dapat digunakan secara efektif untuk melawan dia dan antek-anteknya. Kita tidak diberikan daftar terperinci mengenai taktik-taktik apa saja yang akan digunakan Iblis. Namun, bagian ini cukup jelas menyatakan bahwa ketika kita mengikuti semua petunjuk dengan setia, maka kita dapat bertahan, dan dapat memperoleh kemenangan tanpa mempedulikan strategi apapun yang dipakai Iblis.
-          Elemen pertama dari senjata kita adalah kebenaran (ayat 14).  Di dalam kehidupan beragama salah satu hal yang penting adalah menjadi orang yang hidup di dalam kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah harus memiliki hidup yang tulus dan jujur. Sikap ketulusan bersumber dari hatinya yang bersih untuk menjalani kehidupan ini. Karena untuk melawan kuasa si jahat diperlukan hati yang bersih dan hidup di dalam ketulusan.
-          Kedua,  mempergunakan perisai iman  (ayat 16). Iman adalah hal yang paling mendasar bagi orang percaya. Karena iman segala-galanya bagi kita di dalam masa pencobaan. Kita harus sepenuhnya yakin pada kebenaran seluruh janji dan keselamatan dari Allah. Mempercayai anugerah penebusan, dan bahkan iman juga berbicara tentang ancaman Allah. Perisai iman sangat dibutuhkan untuk melawan godaan-godaan si Iblis.
-          Ketiga, yakni Menerima ketopong keselamatan dan pedang roh (ayat. 17). Menerima ketopong keselamatan dan pedang roh merupakan sebuah pengharapan yang tertuju kepada keselamatan. Pengharapan yang baik tentang keselamatan yang akan terjadi di dalam hidup kita akan memberikan keberanian bagi kita untuk tetap berdiri teguh dan kuat melawan kuasa-kuasa si jahat. Pengharapan akan keselamatan yang akan Tuhan berikan akan  Menenangkan jiwa, sehingga kita tidak berhenti dan putus asa. Firman Allah adalah pedang Roh yang menjadi senjata yang luar biasa untuk mengalahkan tipu muslihat dunia. Firman Allah yang tersimpan di dalam hati akan melindungi dari dosa (Mzm. 119:11), dan akan melumpuhkan dan mematikan hawa nafsu dan kebejatan yang tersembunyi.  Alkitab adalah pernyataan-pernyataan yang penuh kuasa untuk menolak segala godaan-godaan untuk melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan.
-          Keempat, Berdoalah senantiasa (ayat 18). Doa juga merupaka kekuatan bagi kita. Dalam segala keadaan berdoalah selalu dan di dalam kesungguhan, karena memberikan ketenangan jiwa saat menghadapi berbagai persoalan dan godaan. Doa adalah bukti bahwa kita mengharapkan Allah yang selalu bertindak untuk melindungi dan membantu kita di dalam melawan kelemahan, tipu muslihat iblis dan tantangan atau pergumulan hidup kita. Artinya dengan doa yang sungguh-sungguh kita meyakini bahwa Allah akan selalu memberikan solusi, jalan keluar dan kekuatan bagi kita untuk menghadapi segala sesuatu di dalam kehidupan ini.
III.  Kesimpulan/ Refleksi
                Dari pemaparan diatas dapat disimpulak bahwa kita harus berhati-hati dan waspada di dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari, karena kita akan diperhadapkan pada pilihan-pilihan hidup dan pilihan tersebut sebagian merupakan jebakan daripada si iblis yang akan membawa kita kepada celaka dan keputusan yang salah. Oleh sebab itu selalu berhati-hati  dan selalu mengenakan perlengkapan senjata daripada Allah yakni senjata rohani. Amsal 4:23 “jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Artinya sikap hati-hati dan menjaga hati untuk selalu mengarahkan hidup kepada Tuhan adalah kehidupan yang sesungguhnya, yang penuh damai dan sukacita.
IV. Penerapan
      Kelas kecil     :
1.       Menerangkan tema melalui kebiasaan hidup sehari-hari atau pujian. Apakah mereka pernah atau sering mendengar  orang tua berkata “hati-hati”  untuk apa sajakah, biasanya mereka dengar dari orang tua untuk hati-hati. Dan apa Tujuannya.
2.       Menunjukkan gambar/simbol si iblis dan juga Firman Tuhan untuk menerangkan bahwa dalam keseharian mereka juga bahwa si iblis sering menggoda mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Lalu firman Tuhan sebagai gambaran untuk mematahkan dan menghentikan perbuatan tersebut.
Kelas besar :
1.       Menjelaskan defenisi tema
2.       Menyebutkan mengapa harus berhati-hari di dalam kehidupan sehari-hari.
3.       Menyebutkan bagaiman cara cara berhati-hati dengan mempergunakan senjata rohani.
4.       Menyatakan komitmen untuk selalu hati-hati dalam segala hal lewat pujian “hati-hati gunakan tanganmu”
5.     Hati - hati Gunakan Tanganmu
Hati-hati gunakan tanganmu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan tanganmu

Hati-hati gunakan matamu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan matamu

Hati-hati gunakan mulut 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan mulutmu

Hati-hati gunakan kakimu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan kakimu

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...