Bahan sermon, 20 Oktober 2019
Nats :
Efesus 6:16-18
Hati-hati
I. Pendahuluan
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) arti hati-hati adalah sebuah sikap yang menunjukkan
kehati-hatian atau waspada. Dilihat dari sudut pandang si pemberi ucapan,
ungkapan ‘hati-hati’ ini dimaksudkan agar si penerima ucapan waspada setiap
saat karena banyak kejadian buruk
yang bisa menimpa si penerima ucapan. Bersikap hati-hati dimaksudkan bahwa
setiap hari kita akan selalu menjaga dan waspada terhadap segala kemungkinan
yang terjadi atas apa yang kita lakukan, ucapkan dan segala perbuatan. Demikian
halnya dalam nats perikop ini juga berkaitan dengan sikap waspada atau kehati-hatian
yang disebutkan oleh si Paulus terhadap jemaat yang berada di kota Efesus.
Konteks jemaat yang ada di Efesus pada saat itu adalah masih melakukan
penyembahan terhadap Dewa Yunani. Dewa yang mereka sembah pada saat itu adalah
mereka sebut dewi Artemis. Mereka memahami dan mempercayai bahwa dewi Artemis
ini adalah Dewa kesuburan. Selain itu juga mereka melakukan penyembahan dan
tunduk kepada kaisar.
Melihat keadaan ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan suratnya kepada
jemaat di Efesus, supaya mereka berhati-hati dan waspada terhadap ajaran-ajaran
dan juga godaan-godaan untuk mengikuti kebiasaan kaisar, atau masyarakat yang
ada. Hal ini jugalah yang disebutkan oleh Paulus bahwa sebenarnya orang percaya
setiap harinya dihadapkan pada sebuah keadaan yang harus berperang dengan tipu
muslihat si jahat yang selalu menggoda dan siap menyerang untuk mengalihkan dan
mengacaukan iman orang Kristen. Sehingga diperlukan sikap waspada.
II. Isi
Maksud utama Paulus dalam bersikap hati-hati/waspada
di sini juga harus disertai dengan senjata perlengkapan rohani. Apa yang
dimaksud dengan senjata perlengkapan rohani? Yang dimaksud senjata perlengkapan
rohani adalah bahwa konflik dengan Iblis itu bersifat rohani, dan karena itu
tidak ada senjata nyata yang dapat digunakan secara efektif untuk melawan dia
dan antek-anteknya. Kita tidak diberikan daftar terperinci mengenai taktik-taktik
apa saja yang akan digunakan Iblis. Namun, bagian ini cukup jelas menyatakan
bahwa ketika kita mengikuti semua petunjuk dengan setia, maka kita dapat
bertahan, dan dapat memperoleh kemenangan tanpa mempedulikan strategi apapun
yang dipakai Iblis.
-
Elemen pertama dari senjata kita adalah
kebenaran (ayat 14). Di dalam kehidupan
beragama salah satu hal yang penting adalah menjadi orang yang hidup di dalam
kebenaran. Kebenaran yang dimaksud adalah harus memiliki hidup yang tulus dan
jujur. Sikap ketulusan bersumber dari hatinya yang bersih untuk menjalani
kehidupan ini. Karena untuk melawan kuasa si jahat diperlukan hati yang bersih
dan hidup di dalam ketulusan.
-
Kedua, mempergunakan perisai iman (ayat 16). Iman adalah hal yang paling
mendasar bagi orang percaya. Karena iman segala-galanya bagi kita di dalam masa
pencobaan. Kita harus sepenuhnya yakin pada kebenaran seluruh janji dan
keselamatan dari Allah. Mempercayai anugerah penebusan, dan bahkan iman juga
berbicara tentang ancaman Allah. Perisai iman sangat dibutuhkan untuk melawan
godaan-godaan si Iblis.
-
Ketiga, yakni Menerima ketopong keselamatan dan
pedang roh (ayat. 17). Menerima ketopong keselamatan dan pedang roh merupakan
sebuah pengharapan yang tertuju kepada keselamatan. Pengharapan yang baik tentang
keselamatan yang akan terjadi di dalam hidup kita akan memberikan keberanian
bagi kita untuk tetap berdiri teguh dan kuat melawan kuasa-kuasa si jahat.
Pengharapan akan keselamatan yang akan Tuhan berikan akan Menenangkan jiwa, sehingga kita tidak berhenti
dan putus asa. Firman Allah adalah pedang Roh yang menjadi senjata yang luar
biasa untuk mengalahkan tipu muslihat dunia. Firman Allah yang tersimpan di
dalam hati akan melindungi dari dosa (Mzm. 119:11), dan akan melumpuhkan dan
mematikan hawa nafsu dan kebejatan yang tersembunyi. Alkitab adalah pernyataan-pernyataan yang
penuh kuasa untuk menolak segala godaan-godaan untuk melakukan hal-hal yang
jahat di mata Tuhan.
-
Keempat, Berdoalah senantiasa (ayat 18). Doa
juga merupaka kekuatan bagi kita. Dalam segala keadaan berdoalah selalu dan di
dalam kesungguhan, karena memberikan ketenangan jiwa saat menghadapi berbagai
persoalan dan godaan. Doa adalah bukti bahwa kita mengharapkan Allah yang
selalu bertindak untuk melindungi dan membantu kita di dalam melawan kelemahan,
tipu muslihat iblis dan tantangan atau pergumulan hidup kita. Artinya dengan
doa yang sungguh-sungguh kita meyakini bahwa Allah akan selalu memberikan
solusi, jalan keluar dan kekuatan bagi kita untuk menghadapi segala sesuatu di
dalam kehidupan ini.
III. Kesimpulan/ Refleksi
Dari pemaparan diatas dapat disimpulak bahwa kita
harus berhati-hati dan waspada di dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari,
karena kita akan diperhadapkan pada pilihan-pilihan hidup dan pilihan tersebut
sebagian merupakan jebakan daripada si iblis yang akan membawa kita kepada
celaka dan keputusan yang salah. Oleh sebab itu selalu berhati-hati dan selalu mengenakan perlengkapan senjata
daripada Allah yakni senjata rohani. Amsal 4:23 “jagalah hatimu dengan segala
kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Artinya sikap hati-hati
dan menjaga hati untuk selalu mengarahkan hidup kepada Tuhan adalah kehidupan
yang sesungguhnya, yang penuh damai dan sukacita.
IV. Penerapan
Kelas kecil :
1.
Menerangkan tema melalui kebiasaan hidup
sehari-hari atau pujian. Apakah mereka pernah atau sering mendengar orang tua berkata “hati-hati” untuk apa sajakah, biasanya mereka dengar
dari orang tua untuk hati-hati. Dan apa Tujuannya.
2.
Menunjukkan gambar/simbol si iblis dan juga
Firman Tuhan untuk menerangkan bahwa dalam keseharian mereka juga bahwa si
iblis sering menggoda mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak baik. Lalu
firman Tuhan sebagai gambaran untuk mematahkan dan menghentikan perbuatan
tersebut.
Kelas besar :
1.
Menjelaskan defenisi tema
2.
Menyebutkan mengapa harus berhati-hari di dalam
kehidupan sehari-hari.
3.
Menyebutkan bagaiman cara cara berhati-hati
dengan mempergunakan senjata rohani.
4.
Menyatakan komitmen untuk selalu hati-hati dalam
segala hal lewat pujian “hati-hati gunakan tanganmu”
5. Hati - hati
Gunakan Tanganmu
Hati-hati
gunakan tanganmu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati
gunakan tanganmu
Hati-hati
gunakan matamu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan matamu
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan matamu
Hati-hati
gunakan mulut 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan mulutmu
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan mulutmu
Hati-hati
gunakan kakimu 2x
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan kakimu
Kar’na Bapa di surga melihat ke bawah
Hati-hati gunakan kakimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar