Bahan Pengajaran Anak sekolah Minggu
Nats :
Lukas 9: 57-62
I.
Pendahuluan
Mengikut Kristus Berarti
selalu menempatkan dirinya di belakang Kristus. Adalah
sesuatu yang tidak mungkin mengikut Kristus sementara kita ingin selalu di
depan atau menempuh jalan kita sendiri! Seorang pengikut Kristus adalah seorang
yang menjadikan Kristus pemimpin dalam hidupnya. MenjadikanNya pada posisi
terdepan dalam kehidupan dan kesehariannya. Hari lepas hari kita akan
dihadapkan pada pilihan demi pilihan, terkadang kita juga dihadapkan pada
pilihan yang sulit. Sikap dan keputusan apa yang kita ambil sering kali
mencerminkan apakah kita seorang pengikut Kristus atau bukan.
II.Isi
Pada
perikop ini Lukas menceritakan seseorang menawarkan diri mengikut Kristus,
serta jawaban yang diberikan kepadanya. Berawal
dari seseorang yang tiba-tiba berbicara di antara mereka dan sangat bergairah
untuk mengikut Kristus barangkali karena banyak orang yang mengikuti Yesus
bersama-sama dengan murid-murid-Nya atau karena melihat bagaimana Yesus yang
sudah melakukan hal-hal yang luar biasa membuat ia tertarik untuk mengikut
Yesus dengan yang terburu-buru tanpa pertimbangan yang matang, dan tidak
mempertimbanglan konsekuensinya. Lalu Yesus memberikan jawaban terhadap
keinginan tersebut; Yesus menyebutkan ada 3 gambaran/tipe orang-orang yang
ingin mengikut Kristus.
Pertama,
“tipe terbaik” Pada ayat 58, Ini merupakan
jenis yang terbaik, karena berani mengikut Tuhan.
Akan tetapi Tuhan Yesus mengingatkan kepada orang itu, bahwa
mengikut Tuhan itu tidak hanya terasa enak, tetapi juga harus ada harga yang
harus dibayar. Tuhan Yesus mengatakan bahwa serigala dan burung saja memiliki
sarang, yaitu tempat tinggal, akan tetapi Anak Manusia (Tuhan Yesus) tidak
memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya (ay. 58). Dengan kata lain mengikut
Yesus bukan lagi berbicara keinginan-keinginan duniawi tetapi tentang kemuliaan
Tuhan. Berani melepas keinginan duniawi dan mengikuti keinginan Tuhan.
Kedua, tipe orang yang
mengikut Yesus setelah urusannya selesai dan beres (ay. 59). Tuhan Yesus
mengajak orang lain untuk mengikut diri-Nya. Akan tetapi orang tersebut justru
berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku” (ay. 59). Ada dua
kemungkinan, yaitu orang yang diajak Tuhan Yesus memang adalah orang yang
sedang berkabung dan akan menguburkan bapanya, atau sebenarnya itu adalah
alasan dari orang tersebut yang artinya ia akan mengikut Tuhan setelah bapanya
meninggal, maka baru ia akan mengikut Tuhan secara full time. Singkatnya,
dia mau mengikut Yesus setelah semua urusannya beres. Terhadap tipe orang
seperti ini, Tuhan mengatakan dengan tegas bahwa “Biarlah orang mati
menguburkan orang mati” (ay. 60a). Apakah orang tersebut ditolak di hadapan
Tuhan? Tidak, perhatikan ayat selanjutnya, “Tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah
Kerajaan Allah di mana-mana” (ay. 60b). Ketika Tuhan sudah mengatakan “Ikutlah
Aku”, mau tidak mau kita harus melakukannya. Alasan apapun tidak ada gunanya
untuk menolak. Tuhan ingin agar kita mengikuti kehendak-Nya, bukan Tuhan yang
mengikuti kehendak kita.
Ketiga, tipe orang yang pamitan kepada
keluarga (ay. 61). Alkitab menulis bahwa ada
orang lain yang berkata bahwa “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi
izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku” (ay. 61). Dalam konteks saat
ini, kalimat tersebut bisa diganti seperti ini: “Saya akan mengikut Tuhan,
tetapi nanti setelah saya pensiun”, atau “Saya akan mengikut Tuhan, tetapi
nanti ketika saya sudah sukses dalam pekerjaan dan sudah mengumpulkan banyak
harta”, dan sebagainya. Ini merupakan jenis orang ketiga yang selalu banyak
perhitungan dan pertimbangan dalam mengikut Tuhan. Bisa jadi bahwa itu hanya
alasan saja karena orang itu ingin terlihat baik di hadapan orang lain. Orang
yang mengucapkan kalimat seperti itu mungkin tidak mau kalah dengan orang-orang
yang sebelumnya mengikut Tuhan, sehingga ia menambahkan persyaratan dalam
kalimatnya: “Saya akan mengikut Tuhan, tetapi ... , atau jika
...”.Tuhan tidak mau kalimat-kalimat manis seperti itu. Tuhan ingin
agar orang yang mau mengikut Tuhan ya mengikut Tuhan. Perhatikan jawaban
Yesus yang cukup keras saat itu: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi
menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (ay. 62). Setiap orang
yang dipanggil untuk mengikut Tuhan, seperti membajak tetapi berpikir untuk
berhenti atau mengundurkan diri itu tidak layak bagi kerajaan Allah tetapi
orang-orang yang taat dan terus melanjutkan pelayanannya maka dia akan layak.
III.
Refleksi
1.
Perihal
mengikut Yesus bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi dituntut keseriusan dan
komitmen yang sungguh-sungguh serta tindakan yang nyata.
2.
Menjadi
bagian dari Kerajaan Allah merupakan impian setiap orang percaya, karena itulah
upah bagi orang yang mau sungguh-sungguh melayani dan mengikut Kristus yaitu
menjadi anggota kerajaan Allah.
IV.
Penerapan
Kelas Kecil :
- Menyebutkan arti tema “bertekad”,
“bertekad mengikut Yesus” secara sederhana.
-
Belajar arti mengikut Kristus lewat nyanyian
dan gerakan.
Kelas besar : - Menyebutkan Defenisi tema lebih jelas dan
lengkap.
-
Bentuk-bentuk
atau cara kita mengikut Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
-
Tantangan,
konsekuensi yang dihadapi ketika mengikut Kristus.
-
Menyampaikan
bahwa ada upah mengikut Kristus
Tidak ada komentar:
Posting Komentar