Selasa, 21 Januari 2020

Bertekad


Bahan Pengajaran Anak sekolah Minggu

Nats     : Lukas 9: 57-62



I.     Pendahuluan
Mengikut Kristus  Berarti selalu menempatkan dirinya di belakang Kristus. Adalah sesuatu yang tidak mungkin mengikut Kristus sementara kita ingin selalu di depan atau menempuh jalan kita sendiri! Seorang pengikut Kristus adalah seorang yang menjadikan Kristus pemimpin dalam hidupnya. MenjadikanNya pada posisi terdepan dalam kehidupan dan kesehariannya. Hari lepas hari kita akan dihadapkan pada pilihan demi pilihan, terkadang kita juga dihadapkan pada pilihan yang sulit. Sikap dan keputusan apa yang kita ambil sering kali mencerminkan apakah kita seorang pengikut Kristus atau bukan.
II.Isi
     Pada perikop ini Lukas menceritakan seseorang menawarkan diri mengikut Kristus, serta jawaban  yang diberikan kepadanya. Berawal dari seseorang yang tiba-tiba berbicara di antara mereka dan sangat bergairah untuk mengikut Kristus barangkali karena banyak orang yang mengikuti Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya atau karena melihat bagaimana Yesus yang sudah melakukan hal-hal yang luar biasa membuat ia tertarik untuk mengikut Yesus dengan yang terburu-buru tanpa pertimbangan yang matang, dan tidak mempertimbanglan konsekuensinya. Lalu Yesus memberikan jawaban terhadap keinginan tersebut; Yesus menyebutkan ada 3 gambaran/tipe orang-orang yang ingin mengikut Kristus.
     Pertama, “tipe terbaik”  Pada ayat 58, Ini merupakan jenis yang terbaik,  karena berani mengikut Tuhan. Akan  tetapi Tuhan Yesus mengingatkan kepada orang itu, bahwa mengikut Tuhan itu tidak hanya terasa enak, tetapi juga harus ada harga yang harus dibayar. Tuhan Yesus mengatakan bahwa serigala dan burung saja memiliki sarang, yaitu tempat tinggal, akan tetapi Anak Manusia (Tuhan Yesus) tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya (ay. 58). Dengan kata lain mengikut Yesus bukan lagi berbicara keinginan-keinginan duniawi tetapi tentang kemuliaan Tuhan. Berani melepas keinginan duniawi dan mengikuti keinginan Tuhan.  
Kedua, tipe orang yang mengikut Yesus setelah urusannya selesai dan beres (ay. 59). Tuhan Yesus mengajak orang lain untuk mengikut diri-Nya. Akan tetapi orang tersebut justru berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku” (ay. 59). Ada dua kemungkinan, yaitu orang yang diajak Tuhan Yesus memang adalah orang yang sedang berkabung dan akan menguburkan bapanya, atau sebenarnya itu adalah alasan dari orang tersebut yang artinya ia akan mengikut Tuhan setelah bapanya meninggal, maka baru ia akan mengikut Tuhan secara full time. Singkatnya, dia mau mengikut Yesus setelah semua urusannya beres. Terhadap tipe orang seperti ini, Tuhan mengatakan dengan tegas bahwa “Biarlah orang mati menguburkan orang mati” (ay. 60a). Apakah orang tersebut ditolak di hadapan Tuhan? Tidak, perhatikan ayat selanjutnya, “Tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana” (ay. 60b). Ketika Tuhan sudah mengatakan “Ikutlah Aku”, mau tidak mau kita harus melakukannya. Alasan apapun tidak ada gunanya untuk menolak. Tuhan ingin agar kita mengikuti kehendak-Nya, bukan Tuhan yang mengikuti kehendak kita. 
Ketiga, tipe orang yang pamitan kepada keluarga (ay. 61). Alkitab menulis bahwa ada orang lain yang berkata bahwa “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku” (ay. 61). Dalam konteks saat ini, kalimat tersebut bisa diganti seperti ini: “Saya akan mengikut Tuhan, tetapi nanti setelah saya pensiun”, atau “Saya akan mengikut Tuhan, tetapi nanti ketika saya sudah sukses dalam pekerjaan dan sudah mengumpulkan banyak harta”, dan sebagainya. Ini merupakan jenis orang ketiga yang selalu banyak perhitungan dan pertimbangan dalam mengikut Tuhan. Bisa jadi bahwa itu hanya alasan saja karena orang itu ingin terlihat baik di hadapan orang lain. Orang yang mengucapkan kalimat seperti itu mungkin tidak mau kalah dengan orang-orang yang sebelumnya mengikut Tuhan, sehingga ia menambahkan persyaratan dalam kalimatnya: “Saya akan mengikut Tuhan, tetapi ... , atau  jika ...”.Tuhan  tidak mau kalimat-kalimat manis seperti itu. Tuhan ingin agar orang yang mau mengikut Tuhan ya mengikut Tuhan. Perhatikan jawaban Yesus yang cukup keras saat itu: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (ay. 62). Setiap orang yang dipanggil untuk mengikut Tuhan, seperti membajak tetapi berpikir untuk berhenti atau mengundurkan diri itu tidak layak bagi kerajaan Allah tetapi orang-orang yang taat dan terus melanjutkan pelayanannya maka dia akan layak.
III.         Refleksi
1.      Perihal mengikut Yesus bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi dituntut keseriusan dan komitmen yang sungguh-sungguh serta tindakan yang nyata.
2.      Menjadi bagian dari Kerajaan Allah merupakan impian setiap orang percaya, karena itulah upah bagi orang yang mau sungguh-sungguh melayani dan mengikut Kristus yaitu menjadi anggota kerajaan Allah.
IV.        Penerapan
Kelas Kecil  : - Menyebutkan arti tema “bertekad”,  “bertekad mengikut Yesus” secara sederhana.
-   Belajar arti mengikut Kristus lewat nyanyian dan gerakan.
   Kelas besar   :  - Menyebutkan Defenisi tema lebih jelas dan lengkap.
-          Bentuk-bentuk atau cara kita mengikut Yesus dalam kehidupan sehari-hari.
-          Tantangan, konsekuensi yang dihadapi ketika mengikut Kristus.
-          Menyampaikan bahwa ada upah mengikut Kristus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...