Selasa, 21 Januari 2020

Hemat


Bahan Sermon Sekolah Minggu, 29 September 2019
Nats     :  Lukas 15:11-17
Tema   :  Hemat

Mempraktekkan hidup berhemat
Pendahuluan
Dalam KBBI  kata hemat diartikan berhati-hati dalam membelanjakan uang, dan sebagainya; tidak boros; cermat. Sedangkan berhemat berdikit-dikit atau berhati-hati. Kata lain yang sering digunakan dalam kata kerja adalah menghemat yang artinya menggunakan sesuatu dengan cermat dan hati-hati supaya jangan lekas habis (rusak dan sebagainya); menggunakan sebaik-baiknya. Jadi Hemat adalah sikap berhati-hati dalam menggunakan atau mengeluarkan uang, barang, tenaga, pikiran, atau  waktu dalam mewujudkan cita-cita, tidak bersikap boros berarti bahwa dalam memenuhi keperluan hidup harus berhati-hati tidak boros, cermat dalam menggunakan uang, barang, dan sebagainya. Hemat bukan berarti pelit karena hemat hanya berpikir lebih dalam bagaimana dia menggunakan uangnya untuk hal yang lebih berguna dan bermanfaat tetapi pelit, sengaja apa yang dia miliki dia simpan, tahan supaya harta kekayaannya tidak berkurang.
Penjelasan Teks
            Pada Perikop ini, “Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. pada Anak bungsu dengan sengaja memberontak dan meminta semua harta bagiannya untuk dapat berfoya-foya. Hidup dalam kehidupan berdosa, sampai kemudian kehabisan harta dan harus hidup dalam penderitaan dan kelaparan. Saat itulah ia sadar, bertobat dan kembali kepada sang Bapa. Apa yang bisa kita ambil hikmah dari cerita ini?
1.       Sikap seorang yang tidak sedang berada dalam jangkauan sang ayah dan menganggap dirinya mampu sehingga menimbulkan sikap yang sombong dan tidak membutuhkan nasehat sang ayah dalam menjalani masa mudanya. Hal ini tampak dari sikapnya yang terburu-buru meminta harta warisan lalu pergih ke negeri jauh.  Sikap yang tidak senang aturan ayah dan suka memberontak terhadap perintah dan nasehat orang tua. Hal ini maksudnya adalah orang-orang yang jauh dari Allah adalah dimana keadaan itu disebut keadaan berdosa. Orang-orang yang suka memberontak Allah adalah orang-orang yang hidupnya dalam keadaan berdosa. Termasuk sang pemuda yang juga tidak taat terhadap ayahnya dia juga mengalami keadaan yang jauh dari keinginan ayahnya sendiri dan hidup bebas tanpa pengawasan dari sang ayah membawa hidupnya ke dalam situasi yang membuatnya menderita,
2.       Pada perikop ini dapat pula kita artikan bahwa Keadaan dosa adalah keadaan dimana kita menghabiskan segala sesuatu; di sana ia memboroskon harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya (ayat 13). Menghabiskannya bersama-sama dengan pelacur (ay. 30), dan sebentar saja sudah dihabiskannya semuanya (ay. 14). Ia membeli pakaian yang bagus-bagus, menghabiskan banyak uang untuk makanan dan minuman, bergaya hidup mewah. Dalam kehidupan di dunia ini, orang yang hidup berfoya-foya menghabiskan apa yang dimilikinya dalam waktu sekejap. Apa yang dimiliki baik harta, materi, tenaga, waktu haruslah digunakan dengan sebaik-baiknya sebagai pertanggungjawaban kepada Tuhan yang sudah memberikan.
3.       Kehidupan yang boros mengakibatkan kemelaratan. Hidup yang foya-foya pada akhirnya, mungkin dalam waktu singkat, akan membuat orang kelaparan mencari sesuap nasi. Ketika kehidupan boros anak muda ini membuatnya kelaparan. Dan kelaparannya membawanya kepada perbudakan.
Kesimpulan/Refleksi
            Dari kehidupan seorang pemuda, kita dapat belajar bahwa hidup yang berfoya-foya dan boros akan merugikan diri kita dan membuat kemiskinan. Dengan demikian, lewat Firman Tuhan ini kita diberi sebuah pemahaman bahwa pilihan hidup untuk berhemat adalah tepat dan baik di mata Tuhan. Mempertanggungjawabkan segala anugerah Tuhan dengan sikap berhati-hati dan takut akan Tuhan. Berhemat bukan berarti mengajarkan kita untuk pelit terhadap sesama, tetapi dengan sikap berhati-hati maksudnya adalah mempergunakan uang, waktu dan hal-hal lain dengan baik dan bermanfaat terlebih untuk kemuliaan Tuhan. Berbagi dengan sesama yang membutuhkan adalah bagian dari hidup hemat yang mempergunakan uangnya dengan hati-hati dan cermat.
Penerapan
Kelas kecil:      -     menyebutkan arti hemat secara sederhana.
-          Menceritakan tentang anak bungsu dengan sederhana.
Kelas besar :    -     menceritakan ulang kisah anak bungsu dalam teks
-          Menyebutkan manfaat berhemat dalam kehidupan sehari-hari
-          Menceritakan pengalaman saat berhemat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...