Selasa, 21 Januari 2020

Gigih


Bahan sermon, 01 September 2019
Nats    : Markus 7:24-30
Topik :  Gigih
I.     Pengantar
Pengertian gigih dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan tetap teguh pada pendirian atau pikiran; keras hati; mengotot. Gigih berarti berkemauan kuat dalam usaha untuk mencapai sesuatu hal. Kegigihan sangat diperlukan meraih sebuah tujuan dan cita-cita karena akan banyak hal-hal yang membuat seseorang ragu-ragu dan tidak yakin dengan apa yang ingin dia capai, sehingga dibutuhkan sikap gigih. Seorang tokoh yang disebutkan di dalam perikop ini yaitu seorang perempuan yang Yunani berkebangsaan Siro Fenisia memiliki sebuah sikap yang gigih untuk menemui dan menyampaikan tujuannya.
II.  ISI
1.    Seorang perempuan berkebangsaan lain (non Yahudi) datang kepada Yesus bersama beban masalah yakni anak perempuannya kerasukan setan, membawa sebuah harapan bahwa Yesus akan menyembuhkan anaknya tersebut.  
2.    Yesus meresponi tindakan dari perempuan itu dengan mengatakan satu perumpamaan ayat 7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak  dan melemparkannya kepada anjing. . Kata "anak-anak" menunjuk kepada Israel. Yesus menyatakan bahwa Injil harus diberitakan kepada bangsa Israel dahulu.Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.  Dan sang ibu atau perempuan itu mengerti akan hal tersebut. Ia mengemukakan bahwa maksud Allah ialah agar bangsa lain secara tidak langsung memperoleh berkat ketika Allah memberkati Israel kasih karunia dari Allah yang berlimpah bagi manusia, lebih dari cukup walaupun penerima hanya mendapatkan secuplik kecil remah-remahnya saja. Iman dan pemahaman perempuan tersebut membuat Tuhan tersentuh dan memberikan kesembuhan bagi anaknya.
3.    Walaupun Yesus menyebutnya seperti anjing, perempuan tersebut tetap mau merendahkan dirinya agar anaknya dapat disembuhkan iman, kerendahan hati, dan harapannya membuat anaknya mendapat kesembuhan (setan yang ada pada anak tersebut pergi meninggalkan anak itu).  Keyakinan yang didasari oleh kerendahan hati tidak akan pernah berhenti untuk tetap berjuang sekalipun taruhannya adalah harga dirinya. Seorang ibu dengan gigih, berjuang untuk kesembuhan anaknya, walaupun sebenarnya dia bisa saja ditolak dengan statusnya tetapi ia tetap maju dan memohon dengan kerendahan hati agar Yesus menyembuhkan anak perempuannya.
III.         Refleksi
Dari kisah perempuan tersebut kita memahami satu bahwa kegigihan adalah kunci dari keberhasilan untuk mencapai segala sesuatu. Memiliki iman dan kegigihan yang luar biasa.  Perempuan itu telah menunjukkan model iman yang hidup dengan tidak putus asa dan tidak mengenal menyerah tetapi apa yang dia percayai tentang Yesus itu akhirnya dia wujudkan melalui keyakinannya memohon kepada Yesus. Jadi dapat dikatakan, Jika kita ingin mengalami kuasa Tuhan milikilah iman yang hidup seperti perempuan Siro-Fenisia
IV.         Penerapan
Kelas kecil :
-          Menyebutkan kata gigih dan persamaan katanya
-          Membuat sebuah permainan untuk menerangkan apa itu arti gigih.
-          Menceritakan kisah ibu yang gigih dengan drama.
Kelas besar :
-          Menyebutkan makna defenisi tema
-          Menceritakan permintaan ibu dalam perikop
-          Menyebutkan manfaat gigih
-          Komitmen untuk menjadi gigih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...