Bahan sermon, 01 September 2019
Nats : Markus 7:24-30
Topik
: Gigih
I.
Pengantar
Pengertian gigih dalam Kamus Bahasa
Indonesia disebutkan tetap teguh pada pendirian atau pikiran; keras hati;
mengotot. Gigih berarti berkemauan kuat dalam usaha untuk mencapai sesuatu hal.
Kegigihan sangat diperlukan meraih sebuah tujuan dan cita-cita karena akan
banyak hal-hal yang membuat seseorang ragu-ragu dan tidak yakin dengan apa yang
ingin dia capai, sehingga dibutuhkan sikap gigih. Seorang tokoh yang disebutkan
di dalam perikop ini yaitu seorang perempuan yang Yunani berkebangsaan Siro
Fenisia memiliki sebuah sikap yang gigih untuk menemui dan menyampaikan
tujuannya.
II. ISI
1. Seorang
perempuan berkebangsaan lain (non Yahudi) datang kepada Yesus bersama beban
masalah yakni anak perempuannya kerasukan setan, membawa sebuah harapan bahwa
Yesus akan menyembuhkan anaknya tersebut.
2. Yesus
meresponi tindakan dari perempuan itu dengan mengatakan satu
perumpamaan ayat 7:27 Lalu Yesus
berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu,
sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing. .
Kata "anak-anak" menunjuk kepada Israel. Yesus menyatakan bahwa Injil
harus diberitakan kepada bangsa Israel dahulu.Tetapi perempuan
itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan
remah-remah yang dijatuhkan anak-anak. Dan
sang ibu atau perempuan itu mengerti akan hal tersebut. Ia mengemukakan bahwa
maksud Allah ialah agar bangsa lain secara tidak langsung memperoleh berkat
ketika Allah memberkati Israel kasih karunia dari Allah yang berlimpah bagi
manusia, lebih dari cukup walaupun penerima hanya mendapatkan secuplik kecil
remah-remahnya saja. Iman dan pemahaman perempuan tersebut membuat Tuhan
tersentuh dan memberikan kesembuhan bagi anaknya.
3. Walaupun
Yesus menyebutnya seperti anjing, perempuan tersebut tetap mau merendahkan
dirinya agar anaknya dapat disembuhkan iman, kerendahan hati, dan harapannya
membuat anaknya mendapat kesembuhan (setan yang ada pada anak tersebut pergi
meninggalkan anak itu). Keyakinan yang
didasari oleh kerendahan hati tidak akan pernah berhenti untuk tetap berjuang
sekalipun taruhannya adalah harga dirinya. Seorang ibu dengan gigih, berjuang
untuk kesembuhan anaknya, walaupun sebenarnya dia bisa saja ditolak dengan
statusnya tetapi ia tetap maju dan memohon dengan kerendahan hati agar Yesus
menyembuhkan anak perempuannya.
III.
Refleksi
Dari
kisah perempuan tersebut kita memahami satu bahwa kegigihan adalah kunci dari
keberhasilan untuk mencapai segala sesuatu. Memiliki iman dan kegigihan yang
luar biasa. Perempuan itu telah
menunjukkan model iman yang hidup dengan tidak putus asa dan tidak mengenal
menyerah tetapi apa yang dia percayai tentang Yesus itu akhirnya dia wujudkan
melalui keyakinannya memohon kepada Yesus. Jadi dapat dikatakan, Jika kita
ingin mengalami kuasa Tuhan milikilah iman yang hidup seperti perempuan
Siro-Fenisia
IV.
Penerapan
Kelas
kecil :
-
Menyebutkan kata gigih dan persamaan
katanya
-
Membuat sebuah permainan untuk
menerangkan apa itu arti gigih.
-
Menceritakan kisah ibu yang gigih dengan
drama.
Kelas
besar :
-
Menyebutkan makna defenisi tema
-
Menceritakan permintaan ibu dalam perikop
-
Menyebutkan manfaat gigih
-
Komitmen untuk menjadi gigih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar