Tema : Ketaatan terhadap
Panggilan Tuhan
Tujuan : Agar
Pemuda bersedia dipakai Tuhan dalam kehidupannya.
Saudara-saudari
yang terkasih di dalam Kristus Tuhan, pada malam hari ini kita akan melihat
lebih jauh kekristenan kita. Bahwa hidup kita sebagai orang Kristen terpanggil
bukan hanya menerima berkat keselamatan dan menjadi orang kristen yang saleh
dan rajin, mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada. Tetapi kita juga terpanggil untuk melayani
Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari.
Perlu juga
kita pahami, bahwa bersekutu dan melayani sama tetapi sangat berbeda. Kalau
kita mengikuti ibadah, kebaktian minggu, apakah kita boleh disebut sebagai
orang yang sudah melayani Tuhan? mengikuti ibadah KKR, pesat-pesata pemuda.
Bisakah kita disebut sebagai orang yang sudah melayani? Jawabannya adalah belum
tentu ya.... itu hanya bersekutu di dalam memuji dan memuliakan Tuhan. seorang
percaya bersepepakat untuk bergabung ke dalam persekutuan lalu beribadah
bersama merupakan sebuah tindakan hanya masih dalam kaitan beribadah bersama
dan memuji dan memuliakan Tuhan secara bersama. Belum boleh dikategorikan
melayani Tuhan. Tetapi seorang yang memutuskan untuk menjadi singer, siboan
doding, doa syafaat sudah bisa dikategorikan melayani Tuhan. demikianlah konsep
yang kita pahami soal melayani Tuhan.
Siapakah yang boleh melayani Tuhan
-
Semua
orang
Di dalam teks
kita berbicara tentang ketaatan kepada panggilan Tuhan. kita harus berbicara
tentang melayani Tuhan dulu. Melayani Tuhan
dapat mencakup pelayanan di hadapan umum seperti berkhotbah dan mengajar,
tetapi dapat juga mencakup pelayanan di belakang layar seperti misalnya
menjemput mereka yang tidak memiliki kendaraan ke gereja, memimpin kelas
balita, mencuci piring-piring kotor selesai acara ramah tamah dan memarkir
kendaraan dihalaman gereja. Melayani dapat terlihat nyata di hadapan orang
banyak seperti memimpin nyanyi, tetapi dapat pula tidak terlihat oleh orang
banyak seperti mengatur kursi gereja.
-
GKPS
Ketika Tuhan memanggil
orang-orang pilihanNya, Ia tidak memanggil mereka untuk menganggur saja.
Sewaktu kita dilahirkan kembali dan dosa-dosa kita diampuni, darah Tuhan Yesus
Kristus menyucikan hati nurani kita (ibrani 9:14), supaya kita dapat “melayani
Allah yang hidup”. “Layanilah seorang akan yang lain” (1 Petrus 4:10 ). Itu
adalah amanat bagi setiap orang Kristen lahir baru. Tentu saja, adanya motif
yang benar-benar sangatlah penting dalam melaksanakan pelayanan bagi Tuhan.
Yang sangat mengagumkan adalah
kehadiran Tuhan kita di dunia semata-mata untuk melayani dan menjadi pelayan
bagi manusia (Mat. 20:28; Luk. 22:27). Pelayanan terbesar yang Yesus lakukan
bagi kita adalah mengorbankan nyawa-Nya agar kita diselamatkan. Ada pun bentuk
pelayanan kita di dunia ini adalah melakukan tugas yang telah Tuhan berikan
kepada kita dan meneladani kehidupan Kristus selama hidup-Nya di dunia (1
Yoh.2:6).
Apakah melayani Tuhan merupakan pilihan
atau tujuan hidup kita?
1. Kita diciptakan untuk melayani Allah.
Alkitab berkata: Allah membentuk kita supaya kita
melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkannya untuk kita (Ef.2:10).
Hal-hal yang baik inilah pelayanan kita. Kapanpun kita melakukan hal yang baik
terhadap orang lain, asalkan kita melakukannya untuk Tuhan, kita sebenarnya sedang
melayani Allah (Kol. 3:23; Mat. 25:40; 45).
2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah.
Allah menebus kita supaya kita bisa melakukan
pekerjaan kudusnya. Kita tidak diselamatkan oleh pelayanan, tetapi kita
diselamatkan untuk pelayanan. Dalam kerajaan Allah, kita memiliki sebuah
tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan. Ini
memberi arti dan nilai yang luar biasa kepada kehidupan kita. Yesus harus
mengorbankan nyawaNya sendiri untuk membeli keselamatan kita. Kita tidak melayani
Allah karena rasa bersalah atau ketakutan atau bahkan kewajiban, tetapi karena
sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Dia kerjakan bagi
kita. Kita berhutang nyawa kepadaNya (1Kor. 6:20). Melalui keselamatan, masa
lalu kita telah diampuni, masa kini kita diberi makna, dan masa depan kita
dijamin.
Istilah lain dalam bahasa inggris untuk melayani
Allah yang salah dimengerti oleh banyak orang adalah ministry (pelayanan
sebagai gembala/pendeta). Ketika sebagian orang mendengar kata “pelayanan”
mereka berpikir tentang gembala, pendeta, dan rohaniwan profesional, tetapi
Allah berkata setiap anggota keluargaNya merupakan seorang pelayan (minister).
Di dalam Alkitab, kata hamba (servant)
dan pelayanan (minister) adalah sinonim, seperti halnya service dan
ministry. Jika Anda seorang Kristen, Anda merupakan seorang pelayan (minister)
dan Anda melayani (serving atau pun ministering).
3. Kita dipanggil untuk melayani Allah.
Ketika bertumbuh, kita mungkin mengira bahwa
“dipanggil” oleh Allah merupakan sesuatu yang hanya dialami oleh para
misionaris, gembala, dan pekerja gereja purna waktu lainnya, tetapi Alkitab
berkata bahwa semua orang kristen dipanggil untuk melayani. Panggilan kita
untuk keselamatan meliputi panggilan Anda untuk melayani. Keduanya sama. Tidak
peduli apa pekerjaan atau karier kita, kita dipanggil untuk pelayanan kristiani
purna waktu.
Seorang kristen yang tidak melayani merupakan
sebuah pernyataan yang bertentangan. Setiap kali kita memakai
kemampuan-kemampuan yang diberikan Allah untuk menolong orang lain, kita sedang
memenuhi panggilan kita.
4. Kita diperintahkan untuk melayani
Allah.
Bagi orang-orang Kristen, pelayanan bukanlah
pilihan, sesuatu untuk dimasukkan ke dalam jadwal kita jika kita bisa
menyediakan waktu. Pelayanan adalah inti kehidupan Kristen. Yesus datang untuk
melayani dan untuk memberi. Dan kedua kata kerja tersebut seharusnya juga
menjadi ciri kehidupan kita di dunia. Kita seharusnya menjadi bagian dari
solusi, bukan masalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar