Jumat, 17 April 2020

Yeremia 1:1-10


Tema                     : Ketaatan terhadap Panggilan Tuhan
Tujuan                  : Agar Pemuda bersedia dipakai Tuhan dalam kehidupannya.
Saudara-saudari yang terkasih di dalam Kristus Tuhan, pada malam hari ini kita akan melihat lebih jauh kekristenan kita. Bahwa hidup kita sebagai orang Kristen terpanggil bukan hanya menerima berkat keselamatan dan menjadi orang kristen yang saleh dan rajin, mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada.  Tetapi kita juga terpanggil untuk melayani Tuhan di dalam kehidupan kita sehari-hari.  
Perlu juga kita pahami, bahwa bersekutu dan melayani sama tetapi sangat berbeda. Kalau kita mengikuti ibadah, kebaktian minggu, apakah kita boleh disebut sebagai orang yang sudah melayani Tuhan? mengikuti ibadah KKR, pesat-pesata pemuda. Bisakah kita disebut sebagai orang yang sudah melayani? Jawabannya adalah belum tentu ya.... itu hanya bersekutu di dalam memuji dan memuliakan Tuhan. seorang percaya bersepepakat untuk bergabung ke dalam persekutuan lalu beribadah bersama merupakan sebuah tindakan hanya masih dalam kaitan beribadah bersama dan memuji dan memuliakan Tuhan secara bersama. Belum boleh dikategorikan melayani Tuhan. Tetapi seorang yang memutuskan untuk menjadi singer, siboan doding, doa syafaat sudah bisa dikategorikan melayani Tuhan. demikianlah konsep yang kita pahami soal melayani Tuhan. 
Siapakah yang boleh melayani Tuhan
-          Semua orang
Di dalam teks kita berbicara tentang ketaatan kepada panggilan Tuhan. kita harus berbicara tentang melayani Tuhan dulu.  Melayani Tuhan dapat mencakup pelayanan di hadapan umum seperti berkhotbah dan mengajar, tetapi dapat juga mencakup pelayanan di belakang layar seperti misalnya menjemput mereka yang tidak memiliki kendaraan ke gereja, memimpin kelas balita, mencuci piring-piring kotor selesai acara ramah tamah dan memarkir kendaraan dihalaman gereja. Melayani dapat terlihat nyata di hadapan orang banyak seperti memimpin nyanyi, tetapi dapat pula tidak terlihat oleh orang banyak seperti mengatur kursi gereja.
-          GKPS
Ketika Tuhan memanggil orang-orang pilihanNya, Ia tidak memanggil mereka untuk menganggur saja. Sewaktu kita dilahirkan kembali dan dosa-dosa kita diampuni, darah Tuhan Yesus Kristus menyucikan hati nurani kita (ibrani 9:14), supaya kita dapat “melayani Allah yang hidup”. “Layanilah seorang akan yang lain” (1 Petrus 4:10 ). Itu adalah amanat bagi setiap orang Kristen lahir baru. Tentu saja, adanya motif yang benar-benar sangatlah penting dalam melaksanakan pelayanan bagi Tuhan.
Yang sangat mengagumkan adalah kehadiran Tuhan kita di dunia semata-mata untuk melayani dan menjadi pelayan bagi manusia (Mat. 20:28; Luk. 22:27). Pelayanan terbesar yang Yesus lakukan bagi kita adalah mengorbankan nyawa-Nya agar kita diselamatkan. Ada pun bentuk pelayanan kita di dunia ini adalah melakukan tugas yang telah Tuhan berikan kepada kita dan meneladani kehidupan Kristus selama hidup-Nya di dunia (1 Yoh.2:6).
Apakah melayani Tuhan merupakan pilihan atau tujuan hidup kita?
1. Kita diciptakan untuk melayani Allah.
Alkitab berkata: Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkannya untuk kita (Ef.2:10). Hal-hal yang baik inilah pelayanan kita. Kapanpun kita melakukan hal yang baik terhadap orang lain, asalkan kita melakukannya untuk Tuhan, kita sebenarnya sedang melayani Allah (Kol. 3:23; Mat. 25:40; 45).
2. Kita diselamatkan untuk melayani Allah.
Allah menebus kita supaya kita bisa melakukan pekerjaan kudusnya. Kita tidak diselamatkan oleh pelayanan, tetapi kita diselamatkan untuk pelayanan. Dalam  kerajaan Allah, kita memiliki sebuah tempat, sebuah tujuan, sebuah peran, sebuah fungsi untuk dilaksanakan. Ini memberi arti dan nilai yang luar biasa kepada kehidupan kita. Yesus harus mengorbankan nyawaNya sendiri untuk membeli keselamatan kita. Kita tidak melayani Allah karena rasa bersalah atau ketakutan atau bahkan kewajiban, tetapi karena sukacita dan ucapan syukur yang dalam atas apa yang telah Dia kerjakan bagi kita. Kita berhutang nyawa kepadaNya (1Kor. 6:20). Melalui keselamatan, masa lalu kita telah diampuni, masa kini kita diberi makna, dan masa depan kita dijamin.
Istilah lain dalam bahasa inggris untuk melayani Allah yang salah dimengerti oleh banyak orang adalah ministry (pelayanan sebagai gembala/pendeta). Ketika sebagian orang mendengar kata “pelayanan” mereka berpikir tentang gembala, pendeta, dan rohaniwan profesional, tetapi Allah berkata setiap anggota keluargaNya merupakan seorang pelayan (minister).
Di dalam Alkitab, kata hamba (servant) dan pelayanan (minister) adalah sinonim, seperti halnya service dan ministry. Jika Anda seorang Kristen, Anda merupakan seorang pelayan (minister) dan Anda melayani (serving atau pun ministering).
3. Kita dipanggil untuk melayani Allah.
Ketika bertumbuh, kita mungkin mengira bahwa “dipanggil” oleh Allah merupakan sesuatu yang hanya dialami oleh para misionaris, gembala, dan pekerja gereja purna waktu lainnya, tetapi Alkitab berkata bahwa semua orang kristen dipanggil untuk melayani. Panggilan kita untuk keselamatan meliputi panggilan Anda untuk melayani. Keduanya sama. Tidak peduli apa pekerjaan atau karier kita, kita dipanggil untuk pelayanan kristiani purna waktu.
Seorang kristen yang tidak melayani merupakan sebuah pernyataan yang bertentangan. Setiap kali kita memakai kemampuan-kemampuan yang diberikan Allah untuk menolong orang lain, kita sedang memenuhi panggilan kita.
4. Kita diperintahkan untuk melayani Allah.
Bagi orang-orang Kristen, pelayanan bukanlah pilihan, sesuatu untuk dimasukkan ke dalam jadwal kita jika kita bisa menyediakan waktu. Pelayanan adalah inti kehidupan Kristen. Yesus datang untuk melayani dan untuk memberi. Dan kedua kata kerja tersebut seharusnya juga menjadi ciri kehidupan kita di dunia. Kita seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...