“ Malas ni uhur ibagas
Tuhan”
Nasiam
hasoman nahinaholongan ni Tuhan. anggo isukkun hita secara pribadi aha do na
gabe pergumulanta, tontu anggo sukkup panorang huahap ra do hita memberikan
jawaban atas pertanyaan ini. Janah haganupan hita pasti pernah mengalami apa
yang disebut sebagai pergumulan. Pergumulan itu tidak mengenal siapapun, karena
setiap orang/insan pasti mengalaminya. Baik anak kecil hingga orang dewasa
bahkan para orang tua yang sudah lanjut usia pasti akan mengalami atau
menghadapi sebuah situasi yang tidak diharapkan atau apa yang sering orang
katakan sebagai “pergumulan”. Jika
demikian apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya di dalam menghadapi
pergumulan yang terjadi di dalam kehidupan kita? Atau bagaimanakah sikap kita
menghadapi pergumulan-pergumulan yang terjadi?
Pada
hari ini bapa/inang kita akan belajar dari Firman Tuhan bagaimana kita
memandang persoalan-persoalan yang terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari:
1.
Bahwa
persoalan-persoalan yang kita hadapi adalah bagian bentuk daripada ujian iman,
Ujian
iman atau proses pembentukan karakter, hati dan sikap kita yang berpedoman
sesuai dengan yang Tuhan mau. Gati do bapa/inang hal-hal na masa ibagas goluhta
aima cara ni Tuhan laho mambere kesadaran yang baru, pengakuan yang
sungguh-sungguh atas kuasa Tuhan. dan keterbatasan diri sebagai manusia. jadi kita bisa katakan bahwa penderitaan
membawa hidup kita semakin dekat dengan Tuhan.
2.
Menderita
karena Kristus
Rasul
Petrus juga menasihati agar setiap orang percaya atau pengikut Kristus atau
orang Kristen tidak menjadi malu jika ia menderita? Kata menderita
yang dimaksudkan ayat nas adalah menderita karena nama Kristus. Karena
mempertahankan iman percayanya kepada Kristus seseorang rela dikucilkan oleh
keluarga, dijauhi oleh teman dan sahabat, dan diperlakukan tidak adil oleh
sesama; itulah penderitaan. "Martuah do nasiam anggo hona
risa-risa nasiam halani goran i Kristus, ai sogop bani nasiam tonduy
hasangapon, Tonduy ni Naibata". kita bisa lihat ayat 14.
Contoh-contoh
bentuk penderitaan karena Kristus/karena menjalankan kebenaran:
-
Waktu dan tenaga. Ibagas goluhta, sering do
iperhadaphon bani situasi na mamilih penggunaan waktu. Waktu yang kita gunakan
biasanya untuk apa?untuk kesenangan kita sendiri atau Tuhan. contohni ma
partonggoan, sipata sodapan do manonton i bioskop, atappe martumpu2 pakon
hasoman marimbang bersekutu pakon Tuhan riap pakon hasoman sahaporsayaon. Ra do hita merasa susah hati, halani situasi on?
Pasti halani akan membuat kenyamanan dan rasa aman kita terganggu karena harus
memilih keinginan daging dan keinginan Tuhan. menderitakah kita pada saat
seperti ini? Pasti bisa saja dikategorikan menderita.
-
Melakukan
kebaikan disaat tidak ada yang menghargai dan menganggap. Bahat do
halak na marungut-ungut anjaha menyerah ibagas situasi na songon on. Sihol
menjadi orang yang baik dan melakukan hal-hal na madear hubani hasoman tapi
lang ihargai, malah bukan balasan yang baik yang didapatkan tetapi fitnah,
hinaan, atau apapun hal yang negatif. Nasiam hasoman anggo situasi na songon i
dompakkon hita Hata ni Tuhan mangkatahon “Martuah ma hita ijai” martuah dalam
bahasa indonesia adalah “berbahagia”
-
Mempertahankan
kebenaran.
Adakah orang yang menderita karena mempertahankan kebenaran? seperti doding
sikolah minggu “maju tak gentar membela yang benar” atau sebaliknya “maju tak
gentar membela yang bayar”. Ada sebuah kisah.
Pada Juni
2007, sejumlah guru yang tergabung dalam Komunitas Air Mata Bunda diejek, dipermalukan,
dituduh sok suci, dan diancam secara fisik. Derita pun berlanjut, mereka
dipaksa untuk mengundurkan diri, bahkan diberhentikan dari profesinya.
Penyebabnya? Ternyata mereka membongkar kebocoran dan kecurangan dalam ujian
nasional.
Kisah di atas hanya salah satu dari sekian banyak penderitaan yang dialami orang-orang yang berani menyatakan kebenaran di tengah kehancuran moral. Yohanes Pembaptis pun mengalami penderitaan yang sangat tragis. Ya, ia dengan berani menegur raja Herodes karena telah mengambil Herodias, istri Filipus, saudara Herodes sendiri (ay. 4; bdk. Im 18:16). Risikonya pun jelas, Herodes murka dan memerintahkan agar Yohanes ditangkap, dibelenggu, dan dipenjara. Tidak cukup sampai di situ. Lewat sebuah skenario jahat, hidupnya harus berakhir dengan kepalanya dipenggal (ay. 6-10). Demi sebuah prinsip, Yohanes Pembaptis rela untuk menderita. Demi membela sebuah nilai luhur, ia rela menanggung risiko dihukum mati di tangan seorang penguasa lalim.
Kisah di atas hanya salah satu dari sekian banyak penderitaan yang dialami orang-orang yang berani menyatakan kebenaran di tengah kehancuran moral. Yohanes Pembaptis pun mengalami penderitaan yang sangat tragis. Ya, ia dengan berani menegur raja Herodes karena telah mengambil Herodias, istri Filipus, saudara Herodes sendiri (ay. 4; bdk. Im 18:16). Risikonya pun jelas, Herodes murka dan memerintahkan agar Yohanes ditangkap, dibelenggu, dan dipenjara. Tidak cukup sampai di situ. Lewat sebuah skenario jahat, hidupnya harus berakhir dengan kepalanya dipenggal (ay. 6-10). Demi sebuah prinsip, Yohanes Pembaptis rela untuk menderita. Demi membela sebuah nilai luhur, ia rela menanggung risiko dihukum mati di tangan seorang penguasa lalim.
Kisah saya
secara pribadi............ (boleh
diceritakan ya nang perjuangan imannya juga..............hehhehehe)
Hidup
untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran nilai moral ternyata tidak selalu
mudah. Perjuangan dan keberanian kita bisa berbuah penderitaan, bahkan mungkin
ancaman kehilangan nyawa. Menyadari harga yang harus dibayar ini, akankah kita
tetap berdiri sebagai orang percaya yang ditetapkan Tuhan untuk menyatakan
kebenaran di tengah angkatan yang bengkok hatinya?
Sebaliknya
janganlah juga seseorang harus menderita karena melakukan perbuatan dosa atau
melanggar hukum, itu yang seharusnya membuatnya malu. Bani ayat 15 “Ulang
ma adong hun tongah-tongahnasiam na manaron halani mamunuh, barang manangko,
barang marjahat, barang halani mangurus na so siurusonni”.
3. Ada
upah yang akan kita terima.
Ayat
16-19 dikatakan “Barang ise na
marsitaronon halani halak Kristen ia, ulang ma maila ia, tapi ipasangap ma
Naibata marhitei goranni. Ai jumpah ma panorangni madabuh uhum, mamungkah
humbani rumah ni Naibata. Ai anggo parlobei humbanta, sonaha ma ujung ni na so
mambalosi ambilan na madear, na humbani Naibata? Ai anggo narus lang maluah
halak parpintor, huja ma gakni halak na so daulat anjaha sipardousa ai?
Semua
orang pasti punya pengharapan, yang berbeda adalah kepada siapa seseorang itu
berharap dan apa yang diharapkannya. Sama seperti cita-cita, semua orang punya
cita-cita, tapi setiap orang berbeda-beda cita-citanya. Kita sebagai orang
percaya diajarkan oleh Alkitab bahwa pengharapan kita adalah Yesus. Dan Yesus
mengajarkan, bahwa ada “upah besar di Sorga”, dan ini jadi pengharapan kita.
Semua orang bekerja karena tahu dengan pasti bahwa nanti pada saatnya akan
menerima upah, seperti para tukang bangunan dan pedagang. Ikut Tuhan juga
begitu, Tuhan sudah menyediakan upah untuk setiap jerih payah kita, dan dari
semua bentuk upah ada yang namanya upah besar di Sorga. Dan ini menjadi target
saya sejak saya ikut Tuhan. Dan saya yakin rasul Petrus juga mengenal upah ini, bukankah ini
terbukti? Karena untuk mendapatkan upah ini tidak bisa didapatkan dengan cara
hanya sekedar rajin memberi persembahan di gereja. Upah yang satu ini hanya
didapatkan dengan memikul salib. Seperti apa pikul salib ituseperti penjelasan
kotbah/ambilan kita pada malam hari ini, ? Arti sederhananya adalah upah ini
kita miliki jika kita rela dianiaya untuk mempertahankan kebenaran Firman Tuhan
yang kita yakini; jika kita rela ditolak, dicacimaki karena mau menyenangkan
Tuhan; dan jika kita rela difitnah karena mau melakukan Firman Tuhan. Mudah
bukan? Yang pasti adalah bahwa jika kita mengalami penderitaan (dicela, dicaci
maki, diolok, dihina, ditolak, dicuekin, difitnah dan dianiaya) dalam
menyenangkan hati Tuhan dengan menjadi orang yang taat dan setia, pengharapan
akan upah ini seharusnya membuat kita menikmati 3 hal, yaitu berbahagia,
bersukacita dan bergembira. Jadi, tanda jelas dari orang yang berharap akan
upah ini hidupnya tetap berbahagia, penuh sukacita dan bergembira sekalipun
ditengah-tengah penderitaan karena mau tetap taat dan setia kepada Tuhan Yesus.
Semoga kita semakin kuat dan selalu diberikan kekuatan daripada Tuhan. amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar