Rabu, 26 Oktober 2022

Roma 6:15-20

Roma 6:15-23

Keselamatan hanya karena Yesus Kristus

Kehadiran Tuhan Yesus Kristus ke dunia ini telah membawa pembebasan dan keselamatan yang benar-benar dibutuhkan oleh manusia.  Apa jadinya kehidupan kita jika cara kita mendapatkan keselamatan itu dengan perbuatan baik dan juga dengan mematuhi hukum taurat. Sebab sudah banyak bukti-bukti bahwa manusia telah gagal melakukannya. Sebab dari kesepuluh perintah Tuhan tidak ada satupun dari antara kita umat manusia yang sanggup dan mampu melakukannya dengan sempurna.  Demikian hal perbuatan baik kita. Kalau berbicara soal perbuatan baik. Siapakah diantara kita yang benar-benar tulus dalam berbuat baik? Kalau tidak diiringi dengan motivasi yang lain. Ada yang berbuat baik tapi disamping perbuatan baik itu dia mengharapkan pujian. Ada yang berbuat baik tetapi dengan tujuan supaya namanya disanjung. Ada yang berbuat baik kepada orang yang dianggap akan memberikan imbalan yang setimpal dengan perbuatan baiknya. Walaupun memang masih banyak yang berbuat baik dengan ketulusan saya kira itu adalah perbuatan baik karena iman dan ucapan syukur dari Tuhan.

Melalui kotbah ini, kita diingatkan kembali bahwa hanya karena kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus kita mendapatkan keselamatan.

1.       Kita yang dahulunya dibawah kuasa dosa kini telah menjadi orang-orang yang merdeka karena mendapatkan pembebasan dari budak dosa menjadi hamba Tuhan yang penuh kasih.  Kita yang dahulunya adalah hamba dosa dan hidup berada di bawah hukum taurat tetapi sekarang kita berada di dalam kasih karunia, diselamatkan hanya oleh anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus. Keselamatan bukan bukan lagi didasarkan hukum taurat tapi hukum taurat tetapi melengkapi kesempurnaan keselamatan kita.

2.       Sebagai orang-orang yang sudah mendapatkan kebebasan dan keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Tentunya kita juga masih diberikan kehendak bebas untuk memilih. Apakah kita akan menggunakan waktu kita untuk melakukan kehendak dosa atau kehendak Tuhan.

3.       Kita yang dahulunya hamba dosa sekarang menjadi hamba kebenaran ketika kita melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Kebenaran itu sendiri di dalam hidup kita. Menjadi orang yang merdeka untuk melakukan perbuatan baik. Perubahan status itu yang melayakkan kita untuk melakukan kebaikan, perbuatan baik, dan Firman Tuhan.  Karena kita sudah diselamatkan sehingga kita melakukan kehendak penyelamat kita yaitu Yesus Kristus.

4.       Ketika kita menyerahkan hidup kita menjadi hamba kebenaran, kita juga akan menjadi orang-orang yang terbebas dari keinginan dosa. Karena ketika kita hidup dalam kebenaran maka secara otomatis kita juga sedang memberi diri kita hidup dalam pengudusan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Jadi kekudusan itu ketika kita berada di dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan hidup menurut kebenaran Yesus Kristus di dalam hidup kita.

5.       Ketika kita menjadi hamba kebenaran secara tidak langsung kita sedang menghindar atau tidak sedang melakukan dosa. Karena dalam dunia ini hanya ada dua hal yang berbeda. Kehendak dosa dan kehendak kebenaran. Kita harus memilih salah satu diantara duanya tidak bisa memilih keduanya sekaligus. Karena Tuhan tidak mau dipermainkan. Serta Allah adalah kudus dan benar. Dan kekudusan-Nya tidak akan bisa dirusak oleh perbuatan manusia. Ketika manusia hidup dalam dosa dan kebobrokan, kekudusan Allah tidaklah terganggu. Tetapi Firman  Tuhan mengatakan “kuduslah kamu sebab Aku ini kudus.” Artinya untuk menjadi pengikut Kristus yang setia kita diwajibkan menjadi orang yang kudus yakni hidup di dalam kebenaran.

Aplikasi:

a.       Karena kita sudah diselamatkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Kita yang seharusnya mendapatkan penghukuman karena hidup di dalam perbudakan dosa. Tetapi karena Kristus Tuhan kita akhirnya dibebaskan dari kuasa maut dan hidup dalam kebenaran Tuhan dan memperoleh keselamatan dan hidup. Seharusnya kita selalu mensyukuri ini setiap hari di sepanjang kehidupan kita. Atau jangan-jangan kita tidak peduli soal keselamatan kita? Kita hanya peduli soal dunia tapi lang peduli bani ari simagira?  Padahal dalam hidup ini ada 3 hal pertanyaan yang harus kita tanyakan dalam diri kita. 1. Untuk apa aku hidup di dunia ini?, 2. Selama aku hidup, apa yang boleh aku lakukan?, 3. Dan setelah aku sudah tidak berada di dunia ini, bagaimana hidup saya selanjutnya?

b.      Selama kita hidup di dunia ini, sebagai hamba kebenaran yang sedang berjuang untuk mencapai hidup di dalam pengudusan Tuhan tentunya tidak mudah. Banyak hal-hal yang akan menggoyahkan kita, meragukan iman bahkan status kita sebagai orang-orang kristen akan diperhadapkan dengan masalah-masalah yang ada di dunia ini, masalah ekonomi, sosial dan lain-lain yang sering sekali membuat kita tidak taat dan menghidup kebenaran itu bahkan membuat kita menjadi kembali menjadi hamba dosa. Karena itu melalui Firman Tuhan ini kita diarahkan untuk hidup senantiasa di dalam anugerah Tuhan itu. Menjadi orang yang selalu mengingat dan bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Kiranya Roh Allah memberikan kekuatan dan menopang kita dalam mencapai hidup yang berkenan di dalam Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...