Senin, 24 Oktober 2022

Kotbah Efesus : Efesus 6:10-20

 

Efesus 6:10-20

Lawanlah Musuhmu!

Saudara/i yang terkasih di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Sering sekali dalam perjalanan hidup kita yang kita anggap sebagai musuh kita adalah masalah, kegagalan, orang-orang yang membenci kita atau orang-orang yang disekitar kita yang menyakiti hati kita. Kita berusaha untuk melawan mereka dengan cara kita, kita berusaha untuk menjatuhkan mereka. Tetapi sesungguhnya yang menjadi musuh kita bukanlah manusia tetapi setan. Di dalam Efesus 6:12 disebutkan, “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Penguasa, pemerintah, penghulu, roh-roh jahat di udara adalah gambaran sosok setan/iblis yang berusaha untuk menghancurkan kita. Cara iblis untuk menyerang kita adalah dengan memainkan pikiran, menimbulkan kecemasan, kekwatiran, menggoda kita dengan menimbulkan rasa dengki, iri dan julid terhadap orang lain. Bahkan membawa kita kepada pikiran-pikiran dan perkara-perkara duniawi. Karena itu, kita dituntut untuk selalu hati-hati dan waspada. Jangan terlalu dibawa santai hidup ini karena lawan, musuh kita si iblis berusaha untuk mencari mangsa yang akan diterkam dan di telannya. 1 Petrus 5:8, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu si iblis, berjalan berkeliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang mau ditelannya.” (1 petrus 5:8).

            Pertanyaan yang paling penting bagi kita sekarang adalah bagaimana cara melawan iblis setan, dan hal-hal apa saja yang perlu kita persiapkan:

1.      1. Kita harus bersandar kepada kuasaTuhan.

Ayat 10 dikatakan, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Itu artinya tanpa mengandalkan kekuatan dari Tuhan kita tidak akan mampu melawan kuasa daripada si iblis. Kita menjadi kuat karena ada kuasa Tuhan yang selalu menguatkan kita. Oleh karena itu kita harus selalu bersandar pada kekuatan Tuhan, mengandalkan kuasa-Nya bukan pikiran kita apalagi mengandalkan dunia ini.

2.      2. Menggunakan seluruh senjata perlengkapan dari Tuhan.

Tentu banyak orang yang berusaha untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan si iblis. Termasuk apa yang sering dipraktekkan oleh masyarakat yakni dengan tidak mempercayai adanya kuasa setan, berusaha menghindari hal-hal yang bersifat mitos, takhyul dan segala sesuatunya harus berdasarkan rasional dan logika. Ada pula yang mempersenjatai diri dengan menggunakan atau memanfaatkan kuasa dunia melalui praktek perdukunan, membuat pertahanan tubuh dengan jimat-jimat dll. Firman Tuhan mengatakan bahwa tidak perlu melakukan hal-hal yang demikian. Karena untuk melawan si iblis cukup dengan menggunakan senjata rohani.

a.                   Berikat pinggang kebenaran/ketulusan

Salah satu bagian penting dalam senjata rohani kita adalah jadilah orang yang benar dan tulus. Bukan menjadi orang yang munafik dan tidak memiliki ketulusan hati. Atau kerohanian yang hanya berpura-pura.

b.                  Berbajuzirah=Keadilan

Baju zirah adalah bentuk senjata pakaian yang berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh kita. Demikian halnya dalam peperangan rohani kita kita harus memkai bajuci zirah yakni keadilan di dalam menjalani kehidupan kita. Menjadi orang yang adil memperlakukan sesama. Menerapkan kasih terhadap sesama. Tidak melukan kecurangan dan kebohongan tetapi dengan keadilan.

c.                   Kasut =kerelaan memberitakan injil damai sejahatera

Yang dengan hal ini adalah kita harus senantiasa memiliki hubungan erat dengan Tuhan dan hidup kita yang selalu dipimpin oleh Firman Tuhan. Menjadi sahabat bagi orang lain. Menjadi garam dan terang yang membawa kedamaian bagi orang lain.

d.                  Perisai =Iman

Iman adalah kekuatan kita dalam mempercayai Firman, janji Tuhan. Iman juga menguatkan kita tentang anugerah dan hukuman. Dengan iman kita mampu mematahkan kuasa-kuasa tipu daya daripada iblis, dan dengan iman kita mampu mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

e.                   Ketopong = keselamatan

Pengharapan akan keselamatan merupakan kekuatan yang diberikan Tuhan pada kita. Dengan pengharapan kita semakin yakin dengang janji Tuhan. pengharapan menenangkan jiwa kita dan menjaganya supaya tidak diganggu oleh iblis. Iblis berusaha membuat kita ragi-ragu dan berputus asa sehingga kita menjadi orang yang mudah digerakkan oleh iblis. Tetapi dengan senjata ketopong keselamatan, mengajaran kita bahwa pengharapan keselamatan menjadi kekuatan bagi kita untuk terus maju melangkah dengan pengharapan keselamatan yang dari Tuhan akan menjadi bagian dari hidup kita.

f.                    Pedang Roh = Firman Tuhan

Firman Tuhan memiliki kekuatan besar bagi kita untuk melawan trik-trik si iblis dalam mengelabui pikiran kita. Banyak sekali cara iblis memanfaatkan kita melalui ajaran-ajaran yang ada di dunia ini. Tetapi Firman Tuhan merupakan ajaran yang akan membawa kita kepada kemenangan, ketenangan, kehidupan dan keselamatan. Tuhan Yesus sendiri melawan iblis dengan kuasa Firman Tuhan, Dia berkata, “Ada Tertulis” firman Allah yang tersimpan dalam hati akan akan melindungi kita dari serangan iblis.

3.       3. Doa

Doa adalah bagian daripada kekuatan kita dalam melawan si iblis. Doa yang juga dibarengi dengan senjata rohani akan mampu melawan dan mengalahkan kekuatan si musuh. Kita tidak hanya berdoa tanpa iman, menjalankan firman Tuhan atau tanpa kebenaran atau sebaliknya. Tentunya kesemuanya itu harus dilakukan secara bersamaan.

            Karena kita punya musuh, marilah kita terus berjaga-jaga. Marilah kita terus aktif membangun kerohanian kita melalui persekutuan-persekutuan kita, peribadahan kita, jangan lagi menunda, dan memberikan kesempatan bagi iblis untuk mengelabui pikiran kita. Jangan ijinkan dosa sekecil apapun dalam hidup kita merusak kehidupan kita. Kekuatan kita disediakan oleh Tuhan. kita tidak sendirian menjalani kehidupan kita. Ada Tuhan yang senantias memberikan kekuatan bagi kita. Karena itu kita harus bersedia juga menggunakan senjata perlengkapan daripada Tuhan yakni hidup dalam kebenara, keadilan, menjadi pembawa damai, beriman, memiliki pengharapan akan keselamatan dari Tuhan, dan hidup sesuai dengan apa kata Firman Tuhan. dan yang selanjutnya adalah tetaplah terhubung dengan Tuhan Allah, terus berjaga-jaga dalam doa serta Roh yang selalu ada dalam naungan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...