Mazmur 145:17-21
“Allah Mengasihi Orang-orang yang Berseru Kepada-Nya”
Nyanyian pujian dari Daud merupakan bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai pengakuan dari pengalaman iman bersama dengan Allah. Kita tahu sendiri bagaimana perjalanan hidup Daud, dan bagaimana dia juga mengalami pergumulan yang sangat berat karena pengejaran dari Raja Saul. Hidupnya terancam, musuh-musuh mengelilinginya bahkan dia menggambarkan nyawanya sendiri sudah diambang batas. Tetapi Daud mengaku mampu melewati itu semua karena Kuasa Tuhan yang menyertai. Pengalaman rohani Daud merupakan gambaran bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sekalipun hidup begitu hancur, masalah yang bertubi-tubi, kegagalan dan penghinaan yang begitu kejam yang kita alami. Itu tidak akan mengurangi ataupun mengecilkan kemahakuasaan Allah. Terkadang yang sering terjadi adalah saat ada masalah kita akhirnya meragukan kuasa Tuhan. Sebenarnya dalam kehidupan, kita pernah mengaku bahwa Tuhan berkuasa di dalam kehidupan kita. Tetapi saat masalah datang, kita meragukan kuasa Tuhan bahkan tidak mempercayai Tuhan lagi. Berbeda dengan Daud sendiri, walaupun dalam situasi yang terpuruk sekalipun, dia masih terus mempercayai dan bahkan selalu bergantung kepada Allah. Dia terus berseru dan berdoa kepada Tuhan hingga keberhasilannya dan kejayaannya menjadi seorang raja Dia tetap menjadikan Allah sebagai pelindung, kekuatan bahkan benteng hidupnya. Darimana kita mengetahui hal tersebut? Tentunya dari pengakuan dan juga melalui tulisan-tulisannya.
17. TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
Pengakuan ini barangkali berdasar dari pengalaman Daud sendiri melihat dan memahami Allah adalah adil dan perbuatan-Nya penuh kasih. Pengalaman ketidakdilan yang dialami oleh Daud sendiri dari raja Saul. Hanya karena rasa iri dari raja Saul, dia pada akhirnya berusaha untuk melenyapkan Daud. Tentu ini tidak adil. Daud yang tidak melakukan kesalahan sedikitpun tetapi karena pujian membuatnya dibenci oleh raja Saul. Tetapi kemudian Daud melihat bahwa keadilan itu diberikan oleh Allah sendiri di dalam hidupnya dan Tuhan mengangkat Daud menjadi raja menggantikan Saul. Hal ini mengajarkan kita tentang keadilan itu masih ada. Kalaupun di dunia ini keadilan itu kurang nyata tetapi Firman Tuhan ini berkata bahwa sekalipun dunia ini tidak bisa memberikan keadilan, Tuhan sendiri yang bertindak melalui perbuatan-Nya untuk menghadirkan keadilan di dunia ini.
18. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Dalam hal ini sang pemazmur mengingatkan bahwa Allah akan dekat dengan orang yang berseru kepada-Nya. Pengertian dekat bukan hanya dekat secara jarak, tetapi dekat dalam pengertian menjaga, melindungi bahkan selalu menyertai kemanapun melangkah. Tetapi dengan syarat yaitu “Kesetiaan.” Kesetiaan adalah sebuah komitmen. Kesetiaan adalah pilihan dan keputusan, bukan karena disuruh, dipaksa, atau karena kondisi atau keadaan. Sama seperti Daud selalu setia dalam keadaan apapun, baik dalam suka dan duka, baik dalam kegagalan dan keberhasilan, baik dalam masa berkekurangan, dan masa Berkelimpahan, dia tetap mengingat bahkan memuliakan Allah. Demikian hendaknya kita sebagai umat Tuhan. Seharusnyalah pengakuan dan komitmen kesetiaan itu juga akan menjadi bagian hidup kita.
19. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.
Didalam kitab Mazmur sekitar 24 kali kata ‘dengarlah’ atau ‘dengarkanlah’ adalah kata yang disampaikan oleh Daud dalam doa permohonannya. Tentunya doa seruan dan permohonan Daud ini didengarkan oleh Tuhan. sehingga dia mengaku melaui ayat 19 ini, bahwa Tuhan melakukan kehendak orang-orang yang takut pada Dia. Takut di sini adalah orang-orang yang selain setia dalam iman tetapi juga setia untuk melakukan Firman Tuhan bahkan menjalani kehidupan di dalam takut akan Tuhan berarti takut sampai melakukan kesalahan ataupun melanggar Firman Tuhan. Allah mendengarkan yang meminta tolong pada-Nya di dalam kesesakan. Allah sendiri yang bertindak menyelamatkan mereka.
20. TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
Tuhan juga bertindak sebagai penjaga yang melindungi, dan memelihara kehidupan kita orang yang mengasihi-Nya. Di dalam mazmur 23, merupakan pengakuan Daud tentang gambaran Allah yang begitu luar biasa membawa kehidupan yang penuh kedamaian dan keamanan di tengah-tengah situasi yang mencekam. Di samping itu Tuhan juga akan membinasakan orang fasik yang hidupnya penuh dengan dusta dan kejahatan. Allah sendiri yang akan bertindak untuk memberikan hukuman. Hal itu jugalah yang dialami oleh Daud ketika raja Saul ingin menghabisinya. Yang terjadi sebaliknya adalah Saul lenyap dan Daud diangkat oleh Tuhan untuk menjadi raja.
21. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Allah adalah maha kuasa pencipta langit dan bumi. Dia juga yang mengasihi ciptaan-Nya. Selayaknyalah kita semua memuji dan memuliakan Dia. Di sepanjang hidup kita seharusnyalah kita tetap memuji dan memuliakan Dia yang menciptakan kita. Bukan hanya hari ini, tetapi di sepanjang masa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar