Memberikan yang Terbaik
Kejadian 24:16-20
16. Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik.
17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.”
18. Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum.
19. Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”
20. Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.
1. Kisah yang dicatat pada nats Firman Tuhan ini diawali dari sebuah keinginan Abraham untuk mencarikan jodoh untuk anaknya Isak. Memang benarlah apa yang sering diucapkan orang bahwa salah satu keinginan terbesar orang tua yang memiliki anak yang dewasa adalah menikah dan membina rumah tangga yang baru. Demikian halnya Abraham di masa tuanya menginginkan seorang menantu untuk anaknya. Tentunya sebagai orang tua Abraham memiliki kriteria tersendiri dalam memilih siapa menantunya. Disebutkan di dalam teks kotbah ini, bahwa Abraham menginginkan menantunya, berasal dari kampungnya sendiri dari keturunan sanak saudaranya. Walaupun Abraham berada tanah Kanaan dan mengenal banyak orang di sana, tidak lantas membuat Abraham mencarikan pasangan untuk Isak di tempat tersebut. Sebaliknya dia menyuruh Eliezer pelayannya yang paling lama tinggal bersamanya untuk mencari seorang perempuan yang akan dijadikan istri Isak. Abraham sangat teliti dalam hal ini, ia tidak menginginkan anaknya menikah dengan perempuan Kanaan yang tidak percaya tetapi haruslah seorang yang mengenal Tuhan ALLAH yang mereka sembah. Sebagai orang tua yang percaya kepada Tuhan Abraham ingin Isak juga memiliki hidup yang terus beribadah dan taat kepada Tuhan Allah. Karena itu Isak juga harus hidup dan berpasangan dengan seorang yang mengenal Allah. Abraham sangat serius akan hal ini, sampai-sampai dia menyuruh pelayannya untuk bersumpah supaya tidak mengambil perempuan dari Kanaan melainkan dari suku, sanak saudara dari kampung halamannya sendiri. Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus, sebagai orang tua atau sebagai seorang yang pemuda yang sedang mencari pasangan hidup, hal ini adalah harus sesuatu yang harus kita pertimbangkan, mencari jodoh yang seiman dan se amin. Janganlah kita terlebih dahulu melihat apa gelarnya, apa pekerjaannya, dan hartanya bagaimana? Tetapi mari melihat soal kerohaniannya terlebih dahulu dibandingkan yang lainnya. Karena sering sekali manusia terjebak di dalam hal ini saudara/i. Biasanya orang kalau mencari jodoh itu pertama sekali melihat dari bagaimana pekerjaan/profesinya, apa dia sudah punya aset, hartanya adakah? Dapat warisan apa dia nantinya.... begitulah kira-kira,,, padahal kita tahu sendiri bahwa sumber kebahagiaan bukan dari apa yang disebutkan tersebut. Ada orang yang sudah menikah, memiliki pekerjaan yang bagus dan mendapatkan gaji yang tinggi serta memiliki banyak duit. Tetapi justru dengan banyaknya duit yang dia miliki, malah berkeinginan untuk mencari perempuan lain yang lebih fresh dan berduit. Atau seoorang yang memiliki jabatan tertentu punya jam terbang yang tinggi sehingga tidak memiliki waktu buat keluarga/ pasangan. Sehingga pasangan sering merasa kesepian. Jadi pekerjaan, profesi, penampilan bukan jadi jaminan apakah rumah tangga itu berbahagia atau tidak. Jadi saudara/i yang terkasih apa yang terutama kita buat kriteria mencari pasangan kita buat menantu kita? Yaitu iman, bagaimana karakternya dan sifatnya apakah seturut dengan Firman Tuhan. sebab Tuhan berkata dan menyatakan: “Berbahagialah orang yang mengandalkan Tuhan… Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”
2. Setelah Eliezer mendengar dan bersumpah kepada tuannya Abraham untuk mencarikan seorang pasangan untuk Isak. Kemudian ia mempersiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk pencarian jodoh tersebut; disebutkan ia membawa 10 unta dan berbagai barang-barang berharga milik tuannya dan menuju kota saudara Abraham yakni Nahor di Mesopotamia. Setelah ia sampai di pinggir kota dia kemudian berhenti beristirahat. Karena hari sudah petang dan di sanalah biasanya para perempuan keluar untuk mengambil air. Kemudian pelayan Eliezer berdoa dan meminta petunjuk tentang siapakah yang layak menjadi pasangan Isak, dalam doa permintaannya di dalam Kejadian 24:14 Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu.” 24:15 Sebelum ia selesai berkata, maka datanglah Ribka, yang lahir bagi Betuel, anak laki-laki Milka, isteri Nahor, saudara Abraham; buyungnya dibawanya di atas bahunya. 24:16 Anak gadis itu sangat cantik parasnya, seorang perawan, belum pernah bersetubuh dengan laki-laki; ia turun ke mata air itu dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. 24:17 Kemudian berlarilah hamba itu mendapatkannya serta berkata: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.” 24:18 Jawabnya: “Minumlah, tuan,” maka segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, serta diberinya dia minum. 24:19 Setelah ia selesai memberi hamba itu minum, berkatalah ia: “Baiklah untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.” 20 Kemudian segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, lalu berlarilah ia sekali lagi ke sumur untuk menimba air dan ditimbanyalah untuk semua unta orang itu.
Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus Tuhan, ternyata hal yang kemudian yang penting di dalam mencarikan pasangan untuk Isak adalah memiliki kepribadian yang baik dan tulus. Hal ini berkaitan soal karakter/kepribadian. Apakah calon pasangan memiliki hati yang menghargai orang lain, mau berbagi dan tulus dalam kebaikannya. Selain seorang yang seiman, haruslah juga memiliki karakter yang baik. Kemudian kita melihat dan mengenal Ribka calon pasangan Isak ini. Dia memiliki kepribadian yang baik. Ketika hamba Abraham meminta air dari buyungnya, ia dengan senang hati penuh rasa hormat memberikannya air. Walaupun Eliezer orang yang belum ia kenal sebelumnya tetapi dia dengan senang hati memberi bahkan dia sendiri menawarkan supaya supaya unta-unta eliezer diberi minum juga. Apa yang boleh kita pelajari melalui teks ini? Biarlah kita senantiasa memberikan sikap, perbuatan yang terbaik dari kita buat orang lain. Ribka sebagai perempuan yang masih gadis dan muda sudah memiliki kebaikan di dalam dirinya. Dia mampu menghargai orang lain, bahkan yang belum dia kenal sebelumnya dia perlakukan dengan baik, bahkan yang terbaik dari dirinya dia berikan buat hamba Abraham. Yakni eliezer dan juga unta-untanya. Eliezer membawa 8 ekor unta. Unta adalah hewan yang tidak mudah haus karena mampu menyimpan banyak air di dalam tubuhnya. Seekor unta bisa menghabiskan air 150 liter atau sekitar 10 sampai 30 galon air. Kalau kita perkirakan untuk 8 ekor minum 5 galon/ ekor atau 8 ekor dikali 5 galon berarti Ribka menyediakan 40 galon untuk untanya Eliezer. Artinya adalah Ribka pada dasarnya adalah seorang yang memiliki pribadi penolong, bermurah hati dan tulus. Bisa saja dia mengatakan kepada Eliezer, tuan sajalah yang mengambil, saya pinjamkan buyung saya. Tuan sendiri yang mengambil airnya dari sungai dan memberikannya kepada unta nya. Tetapi di sini kita melihat bagaimana sosok perempuan yang bernama Ribka kemudian dipilih Tuhan untuk menjadi pasangan Isak anak Abraham yang menerima warisan iman dan akan dipakai Tuhan meneruskan rencana Tuhan kepada Abraham dan generesinya selanjutnya.
Saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan, bagaimana kita memahami firman Tuhan ini di dalam hidup kita? Mampukah kita memberikan yang terbaik di dalam hidup kita buat keluarga kita, orang tua, dan orang ada di sekitar kita? Maukah kita mengorbankan waktu kita untuk mendengarkan cerita pengalaman dan tentang perasaan-perasaan mereka walau harus mengorbankan waktu dan kenyamanan kita, maukah kita merelakan apa yang berarti bagi kita untuk membantu orang lain, maukah kita memberikan waktu kita untuk mendengar dan memahami orang lain? Kiranya lewat kotbah ini kita semakin diteguhkan bahwa berbuat baik dan melakukan yang terbaik untuk orang lain merupakan bukti bahwa kita adalah orang yang beriman teguh kepada Tuhan, dan percayalah segala perbuatan baik sekecil apapun itu jika kita lakukan dari hati yang tulus itulah yang berkenan kepada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar