Kamis, 13 September 2018

Renungan Kotbah Filipi 2:1-11

" Rendah hati"

 

         Rendah hati merupakan sikap mendahulukan dan mementingkan kepentingan orang lain daripada kepentingannya sendiri.  Rendah hati menganggap orang lain juga penting dan diperlakukan sebagaimana mereka ada. Rendah hati juga menyangkut pengakuan bahwa orang lain juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Rendah hati suatu sikap yang membutuhkan pengorbanan dan kerelaan untuk mengosongkan diri demi kebaikan orang lain. 

           Kenyataannya, dalam hidup, sikap rendah hati bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan manusia ingin supaya dirinya dipuji dan dihormati daripada memuji dan menghormati. Rela memuji, menghormati, serta mengutamakan kepentingan orang lain merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan, karena kebanyakan manusia ingin selalu diutamakan. Rendah hati sangat kontras dengan sikap tinggi hati yang selalu mengutamakan dirinya dan menganggap orang lain rendah. Mempertahankan ego dan kebenaran dirinya sendiri, hal ini justru mengacu kepada perselisihan dan pertengkaran di antara sesama dan menimbulkan perpecahan dan akibatnya menurunnya persaudaraan dan kesatuan hati dalam mencapai sebuah tujuan.

       Sikap yang benar sebagai orang yang mengikut Kristus Tuhan adalah mencerminkan sikap "rendah hati" seperti Kristus yang telah memberi teladan sikap rendah hati selayaknya pengikut-pengikut Kristus adalah orang-orang yang rendah hati (ay. 5). Lalu, kenapa masih banyak orang Kristen yang masih gagal menjadi orang-orang yang rendah hati sehingga masih banyak sekali perpecahan di dalam persekutuan gereja? jawabannya karena sikap ego dan masing-masing menganggap diri jauh lebih kuat, benar , baik daripada orang lain sehingga menimbulkan perselisihan dan perpecahan. 

           Pengalaman bersama Tuhan ternyata mempengaruhi bagaimana pengalaman kita  sehari-hari. persekutuan dengan Tuhan di dalam kasih dan sukacita akan membawa pengaruh yang baik dalam menentukan hubungan kita bersama orang lain, pengalaman bersama Tuhan menghasilkan pribadi yang terus menerus bergantung kepada kuasa Tuhan sekaligus membentuk pribadi kita menjadi pribadi yang rendah hati. Sikap rendah hati menghasilkan hubungan yang baik dengan sesama dan memperlancar semua kegiatan dan pekerjaan di dalam Tuhan.

          Dalam Filipi 2: 6-7 "
"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib".

Allah penguasa alam semasta, pencipta segala yang ada rela datang ke dunia dan merendahkan diri sehingga sama seperti manusia hanya karena mementingkan keselamatan manusa, lalu bagaimana dengan kita, pantaskah kita menjadi sombong dan tinggi hati dalam hidup ini? Rendah hati adalah pilihan sikap yang tepat dan benar dalam menjalani kehidupan ini. Tetap semangat dalam menjalankan kebaikan dan kebaikan di antara kepada sesama.

1Korintus 15 "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...