Minggu, 03 September 2023

Renungan Yehezkiel 33:7-11

 

Yehezkiel 33:7-11

Kembalilah ke jalan Tuhan, Dia masih menunggumu?

7 Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

8 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! — dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.

9 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

10 Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup?

11 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?

 

Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus Tuhan. Ada banyak alasan bagi kita untuk berbuat dosa. Karena situasi dan kondisi perekonomian kita yang mengancam, karena tekanan hidup yang berat, apakah itu karena kenyataan sering sekali jauh dari harapan kita, karena kekecewaan hidup, penghianatan dan juga penderitaan karena kemiskinan, kecerobohan, karena sikap kita yang tidak mau mengucap syukur di dalam menjalani kehidupan ini sehingga kita jatuh ke dalam dosa. Saat di dalam keberdosaan itu, kita merasa bahwa hidup kita terasa hampa. Terus-menerus jatuh ke dalam dosa walau dalam hati kita ingin kembali, ingin kembali kepada jalan Tuhan. Tetapi beratnya hidup dan tantangannya membuat kita seolah-olah berkata apakah masih ada jalan, apakaha masih ada jalan kembali kepada Tuhan? apakah aku masih layak menerima pengampunan Tuhan. aku ini pendosa, pendosa yang keji dan hina, pendosa yang semestinya mendapatkan hukuman yang berat, timbul keraguan di dalam diri, layakkah aku menerima kasih pengampunan dari Tuhan?

Saudara/i yang terkasih, memang benar Allah adalah Maha adil dan benar dalam penghakimannya. Tetapi kita jangan lupa bahwa Tuhan juga maha pengasih dan penyayang, bahkan kasih-Nya melebihi dari apapun. Saat kita jatuh ke dalam dosa, tentu, kita layak diberi hukuman atas dosa kita, tetapi Tuhan jauh melebihi dari itu semua, Kalaupun hukuman itu ada, tapi sesungguhnya kasih Allah lebih besar dari penghukuman itu sendiri, jika kita mau mengaku dan bertobat, apapun itu dan sebesar apapun dosa kita, maka Ia Tuhan selalu setia menerima dan mengampuni kita. Hal ini telah Tuhan sampaikan melalui hambanya nabi Yehezkiel bahwa Tuhan merindukan pertobatan orang-orang yang berbuat dosa disebutkan di dalam Yeh. 33:11, “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”.

Jadi hal pertama yang perlu kita pahami saudara/i yang terkasih di dalam Tuhan, bahwa Tuhan menunggu dan menunggu, merindukan pertobatan kita. Allah tidak menginginkan kematian orang-orang yang berdosa. tetapi kehidupan dan keselamatan itulah yang Tuhan berikan dan tawarkan untuk kita umat manusia. Lalu apakah ada dosa kita yang tidak bisa diampuni oleh Tuhan, atau seberat dan sebesar apakah dosa kita yang tidak mampu Tuhan ampuni? Firman Tuhan yang tercatat di dalam Yesaya 1:18, “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.”  Artinya apa??? Tuhan bersedia memberi pengampunan jika kita bertobat, dan mengaku dengan sungguh-sungguh.

Yang kedua, teks Firman Tuhan ini disampaikan kepada Yehezkiel yang pada masa itu, ia mengemban tugas sebagai nabi yang diperintahkan Tuhan menyampaikan pesan Allah kepada bangsa Israel. Bangsa Israel sedang berada di pembuangan Babilonia. Dalam situasi tersebut tentunya bangsa Israel berada di dalam kebingungan, kegelisahan, serta penderitaan dikarenakan berada dibawah kekuasaan Bangsa Babel. Mereka diperlakukan menjadi seperti budak, tidak bebas, mengalami penyiksaan. Tapi satu hal yang pasti keberadaan mereka di sana dikarenakan oleh perbuatan mereka yang melanggar perintah dan hidup di dalam dosa terus menerus. Berulang kali mereka sudah diingatkan oleh nabi-nabi Allah tetapi merea tidak mendengarkan. Alhasil mereka dihukum Tuhan supaya menyadari akan keberdosaan mereka. Jadi, dalam situasi inilah Tuhan Allah mengirim nabi Yehezkiel menyampaikan bahwa Tuhan itu menginginkan pertobatan dan kembali kepada jalan Tuhan.

Pada ayat 7,  “Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.” Allah menegaskan dan memberi tugas kepada Yehezkiel untuk menjadi Penjaga (wacther) yang dipanggil sebagai anak manusia. Dalam hal ini Yehzkiel diberi mandat untuk memperingatkan orang Israel seturut kemauan dan perintah Tuhan, seperti Firman-Nya yang akan disampaikan kepada bangsa Israel. Disebutkan pada 33:8,  Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! — dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” 9 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. Dari teks ini kita memahami bahwa salah satu tanggungjawab Yehezkiel adalah harus menyampaikan a peringatan kepada bangsa Israel akan perbuatan dosa mereka. Artinya apa?, saudara/i yang terkasih Tuhan tidak menginginkan seorangpun mati di dalam dosa. Tuhan menginginkan orang-orang yang berdosa tidak binasa tetapi memperoleh keselamatan. Perkataan Tuhan, “dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.” Sebenarnya kita pasti sedikit susah menerima penekanan firman Tuhan ini.  Tetapi apa yang mau disampaikan adalah sebagai orang yang mengenal kebenaran, kita juga harus menyampaikan kebenaran terhadap orang lain. Ketika saudara atau bahkan orang yang tidak kita kenal sekalipun kita diingatkan untuk berani menegor mereka di dalam kesalahannya. Tujuannya supaya ia mengetahui kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi. Tetapi ketika kita sudah mengingatkan tetapi tidak didengarkan bukan lagi tanggung jawab kita.

Maka saudara yang terkasih di dalam Yesus Kristus. Jika kita saat ini kita merasa bahwa kita jauh dari hadirat Tuhan, jangan-jangan ada dosa yang kita tutupi dan sembunyikan. Jika saat ini kita merasa bahwa kita sering berbuat dosa maka pada saat ini tanpa ragu, mari kita tinggalkan. Mari datang kepada Tuhan memohon dan meminta ampun. Sebab Tuhan kita dalah maha Penyayang penuh kasih pengampunan. Dia selalu dan selalu menunggu kita, Dia sangat merindukan kita untuk kembali kepadanya. Seperti Firman Tuha yang tertuli di dalam 2 tawarikh 7:14
Sekiranya umat Saya yang dipanggil dengan nama Saya merendahkan diri, dan berdoa dan mencari wajah Saya dan berpaling dari jalan jahat mereka, maka Saya akan mendengar dari surga dan akan mengampuni dosa mereka dan menyembuhkan tanah mereka.  DI dalam Yesaya 55:7, “Biarkan orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang yang tidak adil memikirkannya; biarkan dia kembali kepada Tuhan, agar dia memiliki belas kasihan kepadanya, dan kepada tuhan kita, kerana Dia akan sangat mengampuni.”

Semuanya dimulai sejak tahun 2020-an. Pria yang berstatus sebagai pekerja informal di Kota Bandung ini mengaku pertama kali mengenal judi online dengan jenis permainan slot setelah melihat temannya bermain. Rasa penasaran pun menghinggapi pria ini dan mulai nekat mencoba untuk memainkannya.

Awalnya, dia mengaku hanya mendepositkan uang yang tidak terlalu besar. Dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, uang-uang tersebut mulai ditransfer ke rekening akun penyedia judi online. Dan yang terjadi kemudian, dia bisa mendapatkan keuntungan dari permainan judi yang dilakoninya.

"Tadinya cuma deposit Rp 50 ribu, ternyata dikasih menang Rp 500 ribu. Depo Rp 100 ribu, dikasih Rp 1 juta. Akhirnya kan saya tergiur, dirasa-rasa nyari duit ternyata gampang juga kalau begitu mah," kata dia saat mengawali perbincangannya belum lama ini.


Karena merasa mendapat angin surga, pria ini jadi ketagihan. Nominal deposit yang ia transfer ke akun judi online pun akhirnya meningkat menjadi jutaan rupiah.

Sampai kemudian, tak terasa 3 tahun sudah pria bertubuh lumayan gempal ini bulak-balik mentransfer uang demi bisa bermain judi online. Tapi, mulai dari sini lah petaka itu datang.

"Karena awal itu dikasihnya menang, akhirnya jadi ketagihan. Terus akhirnya depo supaya bisa main. Dari yang tadinya cuma ratusan ribu, naik jadi jutaan," ungkap pria ini.

Tapi yang terjadi, dia tidak pernah lagi mendapat keuntungan dari judi online. Meski sudah menyadari hal itu salah, pria ini tetap mendepositkan uangnya demi bisa bermain judi lagi.

Saat kekalahan demi kekalahan didapat, dia kemudian mencoba pertaruhan yang lebih besar. Dalam sehari, setidaknya ia bisa mendepositkan uang Rp 3-5 juta demi bisa mengembalikan modal kekalahannya.
"Jadi begitu saya kalah, itu ngerasanya harus deposit lagi dengan jumlah besar supaya uang yang kalah tadi itu bisa balik lagi. Tapi ternyata saya salah, saya makin lebih rungkad (istilah para penjudi untuk menyebut sebuah kekalahan dalam permainan)," ucapnya.

Namun lagi-lagi, entah menyadarinya atau tidak, pria ini malah makin menjadi-jadi bermain judi online. Hampir setiap hari uang pribadinya dia depositkan demi bisa mengembalikan modal kekalahan yang dideritanya tersebut. Meskipun, ia mengaku uang yang didepositkan itu bukan uang untuk keperluan anak-istrinya. Uang itu ia dapatkan dari hasil kerja sampingan yang biasanya dia pakai untuk keperluan operasionalnya sehari-hari. "Selama judi, uang buat dapur mah udah aman. Saya pakai uang yang dari sampingan saya. Tapi tetep aja, saya jadinya kecanduan buat main judi. Hampir setiap hari saya judi, ya walau enggak ngeganggu ke pekerjaan dan semuanya aman-aman aja," ungkapanya.

Sampai di satu hari yang belum lama ini terjadi, pria ini seolah ditampar oleh kenyataan. Peristiwa ini pun yang akhirnya membuatnya sadar dan menguatkan niat untuk meninggalkan dunia perjudian.
Dengan penuh penyesalan, dia bercerita bahwa istrinya saat itu menghubunginya saat masih bekerja. Sang istri memberi tahu bahwa keperluan susu dan anak sudah habis dan perlu uang untuk belanja.
Seolah dihantam petir, pria ini lalu hanya bisa terdiam meratapi nasibnya. Sebab pada waktu itu, pada pagi harinya ia mengantongi uang sebesar Rp 3 juta yang malah habis seluruhnya untuk bermain judi online.
"Jadi hari itu, saya sebetulnya baru dapet uang Rp 3 juta dari kerjaan sampingan. Terus sambil iseng, nyoba depo lah main slot. Enggak tahunya, enggak nyampe setengah jam uangnya udah habis. Sore pas masih kerja, istri nelpon popok sama susu si dede udah abis," kata pria tersebut.

"Saya akhirnya terdiam, kok bisa harusnya uang itu saya pakai buat beli popok sama susu malah saya pakai buat judi. Mau enggak mau, saya maksain diri minjem ke orang tua waktu itu buat beli popok sama susu anak," ujarnya melanjutkan.

Selepas kerja, dia lalu memacu motor matiknya pulang ke rumah orang tua. Tanpa terasa, air matanya pun jatuh saat dalam perjalanan. Ia hanya bisa memaki ke dirinya sendiri karena sudah mengabaikan kebutuhan anak dan istrinya di rumah.

"Pas nyampe rumah orang tua, saya beraniin diri minjem uang dulu buat beli popok sama susu. Orang tua sempet curiga, emang uangnya udah abis. Terus kata saya, enggak, ini mah lagi enggak ada uang aja buat beli popok sama susunya," ucap pria tersebut.

Meski bisa mendapatkan uang dari pinjaman orang tuanya, semenjak dari sini, dia lalu meniatkan dirinya kuat-kuat. Dia berjanji tidak ingin berjudi lagi sebelum terjadi petaka yang lebih besar.
Niatnya semakin kuat setelah ia mencoba merekap semua pengeluarannya selama terlihat perjudian. Hasilnya, semenjak kecanduan judi dari 2020 hingga sekarang, uang yang dia transfer ke akun judi online sudah mencapai ratusan juta rupiah.

"Pas saya rekap mutasi transfer saya, itu harusnya saya bisa beli satu mobil Agya mah, cash. Saya dapatnya cuma Rp 20 jutaan doang. Dari situ saya makin niat saya harus berhenti judi daripada nanti hancur rumah tangga saya," tuturnya.

Kini, sudah 3 bulan dia mengaku telah menjauh dari dunia perjudian. Semua uang yang ia terima pun sekarang langsung ia setorkan ke istrinya untuk kebutuhan rumah.

Karena itu saudara/i dari awal Tuhan membuat kita ada. Penuh mulia dan baik adanya tetapi dirusak oleh dosa. Tapi Tuhan menawarkan pengampunan kepada kita supaya hidup kita dipulihkan. Allah mengasihi saudara dan saya, hidupmu dan hidupku berharga di mata-Nya karena itu marilah kita kembali pulang.

Doa: terimakasih Tuhan atas kasih karunia Tuhan yang melimpah di dalam kehidupan kami. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai kehidupan kami supaya memiliki hidup yang selalu berusaha menyenangkan hati-Mu, hidup di dalam kasih-Mu. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tafsiran 1 Samuel 25:14-19

  1 Samuel 25:14-19 Menjadi Perempuan Bijak 25:14 Tetapi kepada Abigail, isteri Nabal, telah diberitahukan oleh salah seorang bujangny...